Assalamualaikum..
Yyaapp seperti yang saya bilang kita akan sharing lagi tapi kali ini dengan pembahasan yang berbeda yaitu TEKNIK PRESENTASI kita mulai aja.
Bagaimana sih Agar Presentasi menarik?
Presentasi merupakan bagian dari proses belajar mengajar. Guru yang baik harus memahami bagaimana agar materi dapat diterima oleh peserta didik secara efektif dan efisien. Untuk itu seorang guru harus mengatahui teknik presentasi yang baik. Untuk membuat dan menyajikan presentasi yang bagus dan menarik, ada beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan, yaitu :
• Pemilihan aplikasi pembuatan presentasi
• Perencanaan materi presentasi
• Penguasaan aspek teknis
• Teknik penyajian presentasi
Pemilihan Aplikasi Pembuatan Presentasi
Dewasa ini, aplikasi pembuatan presentasi terbagi dalam beberapa kategori. Perbedaan utama yang dimiliki masing-masing jenis aplikasi umumnya terletak pada output file yang dihasilkan dan media penyajian presentasi yang diakomodasi oleh aplikasi terkait. Kategori jenis, output file, dan media penyajian presentasi antara lain meliputi :
Aplikasi Office
Penggunaan aplikasi office disarankan bagi pembuatan dokumen presentasi secara cepat dan praktis, dengan materi presentasi yang singkat dan ringkas. Integritas aplikasi office memungkinkan penyajian grafik, tabel, dan data dapat dilakukan secara mudah. Fleksibilitas penyajian output file sangat tinggi, mengingat secara umum setiap komputer memiliki aplikasi office di dalamnya. Microsoft PowerPoint merupakan contoh aplikasi yang sangat lazim digunakan untuk kebutuhan ini.
Aplikasi Multimedia
Penggunaan aplikasi multimedia disarankan bagi pembuatan dokumen presentasi yang interaktif, otomatis, dan berdaya tarik. Penggunaan efek, animasi, objek grafis, serta materi audio dan video menjadi lebih optimal jika dirangkai melalui aplikasi jenis ini. Flesibilitas penyajian output presentasi sedikit terbatas. Umumnya output file yang dihasilkan memerlukan aplikasi bantu tertentu untuk menunjang penyajiannya. Hal ini dapat diatasi penyaji dengan selalu menyiapkan source player multimedia pada kemasan modul presentasinya. Macromedia Flash, merupakan contoh aplikasi yang lazim digunakan untuk kebutuhan ini.
Aplikasi Dokumentasi
Penggunaan aplikasi dokumentasi disarankan bagi pembuatan dokumen presentasi dengan materi detail dan komprehensif. Aplikasi jenis ini mampu mempertahankan konsistensi presisi tampilan dan menyediakan fasilitas proteksi pada content dokumen.
Fleksibilitas penyajian output file sangat tinggi, bahkan bersifat multi platform (dapat diakses dari berbagai sistem operasi). Selain itu, output file dapat dipertukarkan dan disajikan secara aman melalui beberapa metode (misalnya via internet). Tool PDF Maker seperti Adobe Acrobat, atau HTML Editor seperti Microsoft FrontPage merupakan beberapa alternatif aplikasi yang dapat Anda gunakan.
Berdasarkan output dan media presentasi yang didukung oleh jenis aplikasi presentasi di atas, Anda dapat memperkirakan aplikasi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan pembuatan dokumen presentasi Anda.
Perencanaan Materi Presentasi
Perencanaan dokumen presentasi merupakan hal paling mendasar yang perlu Anda persiapkan. Beberapa di antaranya adalah :
Tentukan Tema dan Tujuan secara Spesifik
Meskipun Anda dimungkinkan menyusun satu dokumen presentasi dengan kandungan yang sangat komprehensif untuk berbagai keperluan, namun hal ini tidak disarankan. Pastikan Anda memiliki dokumen presentasi tersendiri dengan tema, tujuan dan misi, serta target audience penyajian presentasi yang spesifik.
Susun Kerangka Materi Presentasi
Ibarat merencanakan sebuah karya tulis yang dituangkan dalam sebuah kerangka karangan, maka presentasi yang baik juga harus memiliki kerangka materi yang dituangkan dalam poin-poin presentasi. Susun poin-poin utama presentasi, estimasikan jumlah dan koherensi slide-slide Anda, temasuk pertimbangan perlunya referensi-referensi pendukung.
Kumpulkan Materi Utama dan Pendukung
Pengumpulan materi dapat Anda persiapkan dari awal. Anda dapat mulai merangkum sumber-sumber materi yang akan Anda tuangkan. Pilih koleksi file gambar, audio, atau video sebagai objek pendukung. Siapkan tabel, grafik, dan data pendukung jika diperlukan.
Tentukan Aplikasi Pembuat Presentasi yang Tepat
Berdasarkan perencanaan, kerangka, dan kumpulan materi yang telah Anda siapkan di awal, maka Anda dapat memilih aplikasi pembuat presentasi yang tepat bagi penuangan materi presentasi Anda. Baca kembali tip pada bagian awal untuk memastikannya.
Manfaatkan Aplikasi Penunjang
Inovasi di bidang perangkat lunak dewasa ini sangat beragam. Anda dapat memanfaatkan aplikasi tertentu untuk keperluan tertentu. Pada dasarnya, output akhir yang Anda persiapkan melalui aplikasi penunjang selalu dapat Anda integrasikan ke dalam slide presentasi. Di samping memanfaatkan aplikasi penunjang bagi penyusunan materi, Anda sebaiknya juga melengkapi diri dengan berbagai aplikasi bantu bagi penyajian presentasi.
Tentukan Output Sesuai dengan Kebutuhan
Tentukan output akhir presentasi Anda berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang telah diulas di bagian awal. Jika memungkinkan, pilih output akhir yang paling fleksibel, sehingga Anda mudah menyajikan, mengekspor, atau mengonversikan formatnya ke dalam output lainnya jika diperlukan.
Penguasaan Aspek Teknis
Selain menguasai aspek pembuatan sebuah dokumen presentasi melalui aplikasi tertentu, akan lebih ideal jika Anda juga memahami berbagai hal berkaitan dengan aspek teknis seputar penyajian presentasi. Beberapa di antaranya adalah tentang perangkat-perangkat yang diperlukan dalam menyajikan sebuah presentasi, perangkat pendukung yang dapat Anda pilih, serta teknik-teknik penggunaannya. Beberapa hal yang sebaiknya Anda pahami atara lain :
Pemilihan Perangkat Komputer
Peran komputer penyaji sangat dominan bagi kelancaran sebuah sesi presentasi. Pertimbangan pemilihan perangkat komputer antara lain mengenai spesifikasi teknis komputer, jenis atau tipe komputer, kelengkapan perangkat teknologi yang terpasang, serta sistem operasi dan aplikasi penunjang yang ada di dalamnya.
Pemilihan Media Simpan
Media simpan tidak hanya terbatas pada harddisk yang ada di dalam PC Anda. Pertimbangkan segi portabilitas, flesibilitas, dan mobilitas media simpan bagi dokumen presentasi Anda. Pertimbangkan pemakaian keping optical disk, USB Flash Memory, atau bahkan server jaringan atau hosting internet.
Pemilihan Perangkat Display
Perangkat display presentasi tidak hanya terbatas pada OHP. Pertimbangkan penggunaan LCD Projector, DLP Projector, atau Dual / Multi Monitor untuk berpresentasi. Tentukan juga jenis screen yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.
Pemilihan Perangkat Pendukung
Sound system yang memadai adalah syarat mutlak bagi penyajian presentasi. Tentukan jenis perangkat sound system yang fleksibel namun berkemampuan optimal. Pertimbangkan juga pemakaian laser pointer untuk mendampingi sesi presentasi Anda. Sediakan camera pada ruang presentasi untuk keperluan dokumentasi Anda, terlebih jika Anda ingin mendistribusikan kembali moment-moment presentasi yang cukup penting untuk kolega Anda.
Teknik Penyajian Presentasi
Sebagus apapun materi presentasi Anda, selengkap apapun perangkat presentasi yang tersedia, semua akan sia-sia jika teknik penyajian presentasi Anda tidak menarik. Beberapa tip yang kami berikan antara lain :
Kuasai Teknik-teknik Penyajian Presentasi
Temukan teknik-teknik tertentu, seperti bagaimana menyajkan presentasi melalui beberapa monitor, bagaimana menyembunyikan sajian slide secara temporer untuk mengalihkan perhatian audience dari screen ke pembicaraan Anda, termasuk bagaimana mengemas slide presentasi agar dapat berjalan secara otomatis atau dapat diakses via internet.
Simulasikan Presentasi Anda Sesering Mungkin
Jika perlu, gunakan fasilitas Timer yang tersedia pada aplikasi penyaji presentasi untuk memastikan ketepatan waktu pemaparan setiap slide presentasi Anda.
Lengkapi Sajian Presentasi dengan Materi Tambahan
Anda dapat mencetak dan mendistribusikan lembar handout, membagikan CD materi presentasi, atau bahkan menyertakan materi pendukung bagi audience. Hal ini dapat meminimalkan pecahnya perhatian audience karena harus mencatat poin-poin dan paparan Anda, menghindari tidak tertangkapnya sebagian materi presentasi yang Anda sajikan, dan tentunya menjadi salah satu media penyebaran bagi visi dan misi penyajian presentasi Anda.
Allhamdulillah akhirnya selesei juga pembahasan tentang TEKNIK PRESENTASI ini mudah-mudahan bias bermanfaat bagi kalian semua yang kurang dalam melakukan presentasi sebelumnya. Terimakasih.
Assalamualaikum.
Wednesday, December 29, 2010
MANAGEMEN DIRI
Assalamualaikum..
Yyaapp kembali lagi pada sharing kita yang berikut nya buat para pengobrak – ngabrik blog orang sekarang gw akan ngebahas 2 pembahasan sekaligus yang pertama itu adalah MANAGEMEN DIRI yak kita mulai aja dari pengertiannya, Apa itu manajemen diri? Secara sederhana, manajemen —merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka, 2001)— memiliki dua arti, yaitu; (1) penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran; dan (2) pimpinan yang bertanggungjawab atas jalannnya perusahaan dan organisasi. Dalam kajian kita saat ini, arti pertama yang relevan dan perlu kita eksplorasi lebih lanjut.
Selanjutnya, apa arti “diri” atau “saya”? Apakah yang kita sebut “diri” itu adalah akumulatif dari pikiran kita, seperti yang dikatakan David J. Schwarz bahwa “Kita adalah apa yang kita pikirkan tentang diri kita”, atau jargon yang diucapkan oleh Rene Descartes, “Saya berpikir, maka saya ada”? Apakah diri itu adalah apa yang kita rasakan, seperti yang dinyatakan Andre Gide, “Saya merasa, maka saya ada”? Apakah diri itu adalah perbuatan; tindakan; kebiasaan kita, seperti ucapan Albert Camus, “Saya memberontak, maka itulah saya”, atau pernyataan Aristoteles, “Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang.” Atau, ungkapan Nurcholis Madjid, “Aku berbuat, maka aku ada”? Apakah diri itu gabungan dari pikiran dan perasaan kita, sebagaimana dalam konsep “ego” Muhammad Iqbal, bahwa ego (diri) adalah suatu kesatuan perasaan-perasaan —mental— kehidupan personal dan merupakan bagian dari sistim pemikiran. Dan, apakah diri itu adalah gabungan dari semua itu? Wallâhu a’lâmu.
Kata “diri” (anfûs) —jamak dari nafsun— dalam Al-Quran banyak maknanya, diantaranya: rûh (nyawa), dhamîr (hati nurani), jinsun (jenis), dan syahshiyah (pribadi) atau “totalitas manusia” dimana terpadu jiwa-raga manusia. Nah, makna yang terakhirlah yang kita maksud dengan “diri” itu. Yang kita sebut diri, pribadi, individu, adalah totalitas manusia sebagai perpaduan dari jasad dan ruhani, fisik yang bisa kita lihat dan sesuatu yang tak terlihat yang menggerakan fisik (hati; pikiran; jiwa). Diri adalah totalitas dari pemikiran, keinginan, dan gerakan kita dalam ruang dan waktu. Dengan kata lain, perpaduan antara intelektual, emosional, spiritual, dan fisik.
Berangkat dari makna dua kata —“manajemen” dan “diri”— di atas, maka manajemen diri —yang saya maksud— adalah sebuah proses merubah “totalitas diri” —intelektual, emosional, spiritual, dan fisik— kita agar apa yang kita inginkan (sasaran) tercapai.
Manajemen diri (self management) merupakan istilah yang sangat populer saat ini. Banyak seminar, training, maupun tulisan yang mengupas subyek ini karena memang diperlukan bagi mereka yang berada di lingkungan profesional maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Pada dasarnya manajemen diri merupakan pengendalian diri terhadap pikiran, ucapan, dan perbuatan yang dilakukan, sehingga mendorong pada penghindaran diri terhadap hal-hal yang tidak baik dan peningkatan perbuatan yang baik dan benar.
Manajemen diri juga menuju pada konsistensi dan keselarasan pikiran, ucapan dan perbuatan sehingga apa yang dipikirkan sama dan sejalan dengan apa yang diucapkan dan diperbuat. Integritas seperti inilah yang diharapkan akan timbul dalam diri para praktisi manajemen diri.
Sebelum bisa memiliki pikiran-ucapan-perbuatan baik, terlebih dahulu seseorang harus memiliki pemahaman dan pengertian yang benar.
Jadi urutan yang benar adalah :
Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran benar ==> ucapan benar ==>perbuatan benar.
Akan tetapi walaupun punya pemahaman terhadap kebaikan dan ketidakbaikan, belum tentu pikiran seseorang mampu diarahkan terus-menerus terhadap kebaikan. Dan walaupun seandainya pikiran seseorang sudah didominasi oleh kebaikan, belum menjamin bahwa ucapannya selalu sejalan dengan pikiran baik ini. Demikian pula tidak ada garansi bahwa perbuatannya secara fisik merefleksikan sepenuhnya pikiran yang baik ini.
Sebagai contoh, apapun latar belakang, umur, jenis kelamin, pendidikan, suku dan lain sebagainya, umumnya kita setuju bahwa olah raga dengan frekuensi dan dosis yang tepat, dapat menjaga kebugaran, daya tahan dan kesehatan seseorang. Pemahaman ini menuntun pada pikiran yang baik bahwa olah raga penting bagi kesehatan.
Pemahaman dan pikiran tentang kebaikan olah raga ini lebih mudah sejalan dengan ucapan. Sewaktu menasihati orang lain, dengan mudah kita menjelaskan pentingnya berolah raga secara teratur. Akan tetapi sewaktu harus praktek langsung, banyak di antara kita akan memunculkan berbagai alasan untuk mendukung dan memberikan pembenaran mengapa diri kita sendiri jarang atau bahkan tidak sama sekali berolah raga. Mulai dari alasan sibuk bekerja, waktunya belum tepat, tidak ada sarana, dan lain-lain.
Ini menjelaskan mengapa banyak orang yang tidak atau belum sukses padahal begitu banyak kiat, taktik, strategi, dan metode sukses diajarkan melalui buku, kaset, seminar dan lain-lain. Banyak di antara kita hafal di 'luar kepala' dan mampu dengan cepat menyebutkan persyaratan untuk bisa sukses, mulai dari berdisiplin tinggi, tepat waktu, punya integritas, jujur, fokus pada apa yang sedang dikerjakan, kerja sama team, bertanggung jawab, bekerja keras, tidak mudah putus asa, dan lain sebagainya.
Begitulah, banyak dari kita hanya bermain pada tataran pemahaman dan pikiran, atau paling jauh sampai level ucapan saja. Begitu harus diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari secara disiplin, kita memberikan banyak maaf kepada diri sendiri untuk menunda atau tidak melakukan berbagai kiat, taktik, strategi dan metode sukses tersebut.
Akhirnya sukses terlihat hanya menjadi hak orang lain dan bukan hak kita. Padahal kita sendirilah yang menentukan sukses tidaknya diri kita masing-masing karena setiap orang punya hak untuk sukses, seperti yang dikatakan oleh Bapak Andrie Wongso bahwa " Success is My Right " (sukses adalah hak saya).
Sebenarnya tanpa perlu menjalankan semua persyaratan sukses, masih terbuka lebar kesempatan meraih berbagai keberhasilan dalam hidup kita. Seringkali cukup dengan menjalankan secara disiplin dan konsisten beberapa poin saja di antaranya, maka kita akan menjadi insan-insan yang berbeda dan lebih baik dari mereka-mereka yang hanya berwacana di tataran pikiran dan ucapannya saja (OmDo = Omong Doang, NATO = No Action Talk Only, "Tong Kosong Nyaring Bunyinya").
Dari contoh-contoh di atas dapat diringkas sebagai berikut :
Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran benar ==> ucapan benar ==> perbuatan salah.
Kondisi yang lebih memprihatinkan adalah :
Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran benar ==> ucapan salah ==> perbuatan salah.
Tidak tertutup kemungkinan juga :
Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran salah ==> ucapan salah ==> perbuatan salah.
Dan yang pasti terjadi jika pemahaman/pengertian seseorang tidak benar adalah :
Pemahaman/pengertian salah ==> pikiran salah ==> ucapan salah ==> perbuatan salah.
John C. Maxwell mengatakan bahwa pikiran berlanjut ke ucapan terus ke perbuatan. Jika rangkaian ini terus dilakukan dapat membentuk kebiasaan yang menghasilkan karakter seseorang dan akhirnya menentukan destiny (= nasib)-nya.
Marilah kita mulai menyelaraskan antara pikiran benar, ucapan benar dan perbuatan benar untuk membentuk kebiasaan benar dalam membangun karakter yang benar pula sehingga pada akhirnya kita bisa menuai 'hasil' yang baik dan benar pula dalam semua aspek kehidupan kita.
Yyaaapppp mungkin sampe disini sharing kita tentang MANAGEMEN DIRI abis ini jangan kemana – mana dulu masih ada yang mau saya sharing lagi loh..hehehe..
Assalamualaikum.
Yyaapp kembali lagi pada sharing kita yang berikut nya buat para pengobrak – ngabrik blog orang sekarang gw akan ngebahas 2 pembahasan sekaligus yang pertama itu adalah MANAGEMEN DIRI yak kita mulai aja dari pengertiannya, Apa itu manajemen diri? Secara sederhana, manajemen —merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka, 2001)— memiliki dua arti, yaitu; (1) penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran; dan (2) pimpinan yang bertanggungjawab atas jalannnya perusahaan dan organisasi. Dalam kajian kita saat ini, arti pertama yang relevan dan perlu kita eksplorasi lebih lanjut.
Selanjutnya, apa arti “diri” atau “saya”? Apakah yang kita sebut “diri” itu adalah akumulatif dari pikiran kita, seperti yang dikatakan David J. Schwarz bahwa “Kita adalah apa yang kita pikirkan tentang diri kita”, atau jargon yang diucapkan oleh Rene Descartes, “Saya berpikir, maka saya ada”? Apakah diri itu adalah apa yang kita rasakan, seperti yang dinyatakan Andre Gide, “Saya merasa, maka saya ada”? Apakah diri itu adalah perbuatan; tindakan; kebiasaan kita, seperti ucapan Albert Camus, “Saya memberontak, maka itulah saya”, atau pernyataan Aristoteles, “Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang.” Atau, ungkapan Nurcholis Madjid, “Aku berbuat, maka aku ada”? Apakah diri itu gabungan dari pikiran dan perasaan kita, sebagaimana dalam konsep “ego” Muhammad Iqbal, bahwa ego (diri) adalah suatu kesatuan perasaan-perasaan —mental— kehidupan personal dan merupakan bagian dari sistim pemikiran. Dan, apakah diri itu adalah gabungan dari semua itu? Wallâhu a’lâmu.
Kata “diri” (anfûs) —jamak dari nafsun— dalam Al-Quran banyak maknanya, diantaranya: rûh (nyawa), dhamîr (hati nurani), jinsun (jenis), dan syahshiyah (pribadi) atau “totalitas manusia” dimana terpadu jiwa-raga manusia. Nah, makna yang terakhirlah yang kita maksud dengan “diri” itu. Yang kita sebut diri, pribadi, individu, adalah totalitas manusia sebagai perpaduan dari jasad dan ruhani, fisik yang bisa kita lihat dan sesuatu yang tak terlihat yang menggerakan fisik (hati; pikiran; jiwa). Diri adalah totalitas dari pemikiran, keinginan, dan gerakan kita dalam ruang dan waktu. Dengan kata lain, perpaduan antara intelektual, emosional, spiritual, dan fisik.
Berangkat dari makna dua kata —“manajemen” dan “diri”— di atas, maka manajemen diri —yang saya maksud— adalah sebuah proses merubah “totalitas diri” —intelektual, emosional, spiritual, dan fisik— kita agar apa yang kita inginkan (sasaran) tercapai.
Manajemen diri (self management) merupakan istilah yang sangat populer saat ini. Banyak seminar, training, maupun tulisan yang mengupas subyek ini karena memang diperlukan bagi mereka yang berada di lingkungan profesional maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Pada dasarnya manajemen diri merupakan pengendalian diri terhadap pikiran, ucapan, dan perbuatan yang dilakukan, sehingga mendorong pada penghindaran diri terhadap hal-hal yang tidak baik dan peningkatan perbuatan yang baik dan benar.
Manajemen diri juga menuju pada konsistensi dan keselarasan pikiran, ucapan dan perbuatan sehingga apa yang dipikirkan sama dan sejalan dengan apa yang diucapkan dan diperbuat. Integritas seperti inilah yang diharapkan akan timbul dalam diri para praktisi manajemen diri.
Sebelum bisa memiliki pikiran-ucapan-perbuatan baik, terlebih dahulu seseorang harus memiliki pemahaman dan pengertian yang benar.
Jadi urutan yang benar adalah :
Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran benar ==> ucapan benar ==>perbuatan benar.
Akan tetapi walaupun punya pemahaman terhadap kebaikan dan ketidakbaikan, belum tentu pikiran seseorang mampu diarahkan terus-menerus terhadap kebaikan. Dan walaupun seandainya pikiran seseorang sudah didominasi oleh kebaikan, belum menjamin bahwa ucapannya selalu sejalan dengan pikiran baik ini. Demikian pula tidak ada garansi bahwa perbuatannya secara fisik merefleksikan sepenuhnya pikiran yang baik ini.
Sebagai contoh, apapun latar belakang, umur, jenis kelamin, pendidikan, suku dan lain sebagainya, umumnya kita setuju bahwa olah raga dengan frekuensi dan dosis yang tepat, dapat menjaga kebugaran, daya tahan dan kesehatan seseorang. Pemahaman ini menuntun pada pikiran yang baik bahwa olah raga penting bagi kesehatan.
Pemahaman dan pikiran tentang kebaikan olah raga ini lebih mudah sejalan dengan ucapan. Sewaktu menasihati orang lain, dengan mudah kita menjelaskan pentingnya berolah raga secara teratur. Akan tetapi sewaktu harus praktek langsung, banyak di antara kita akan memunculkan berbagai alasan untuk mendukung dan memberikan pembenaran mengapa diri kita sendiri jarang atau bahkan tidak sama sekali berolah raga. Mulai dari alasan sibuk bekerja, waktunya belum tepat, tidak ada sarana, dan lain-lain.
Ini menjelaskan mengapa banyak orang yang tidak atau belum sukses padahal begitu banyak kiat, taktik, strategi, dan metode sukses diajarkan melalui buku, kaset, seminar dan lain-lain. Banyak di antara kita hafal di 'luar kepala' dan mampu dengan cepat menyebutkan persyaratan untuk bisa sukses, mulai dari berdisiplin tinggi, tepat waktu, punya integritas, jujur, fokus pada apa yang sedang dikerjakan, kerja sama team, bertanggung jawab, bekerja keras, tidak mudah putus asa, dan lain sebagainya.
Begitulah, banyak dari kita hanya bermain pada tataran pemahaman dan pikiran, atau paling jauh sampai level ucapan saja. Begitu harus diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari secara disiplin, kita memberikan banyak maaf kepada diri sendiri untuk menunda atau tidak melakukan berbagai kiat, taktik, strategi dan metode sukses tersebut.
Akhirnya sukses terlihat hanya menjadi hak orang lain dan bukan hak kita. Padahal kita sendirilah yang menentukan sukses tidaknya diri kita masing-masing karena setiap orang punya hak untuk sukses, seperti yang dikatakan oleh Bapak Andrie Wongso bahwa " Success is My Right " (sukses adalah hak saya).
Sebenarnya tanpa perlu menjalankan semua persyaratan sukses, masih terbuka lebar kesempatan meraih berbagai keberhasilan dalam hidup kita. Seringkali cukup dengan menjalankan secara disiplin dan konsisten beberapa poin saja di antaranya, maka kita akan menjadi insan-insan yang berbeda dan lebih baik dari mereka-mereka yang hanya berwacana di tataran pikiran dan ucapannya saja (OmDo = Omong Doang, NATO = No Action Talk Only, "Tong Kosong Nyaring Bunyinya").
Dari contoh-contoh di atas dapat diringkas sebagai berikut :
Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran benar ==> ucapan benar ==> perbuatan salah.
Kondisi yang lebih memprihatinkan adalah :
Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran benar ==> ucapan salah ==> perbuatan salah.
Tidak tertutup kemungkinan juga :
Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran salah ==> ucapan salah ==> perbuatan salah.
Dan yang pasti terjadi jika pemahaman/pengertian seseorang tidak benar adalah :
Pemahaman/pengertian salah ==> pikiran salah ==> ucapan salah ==> perbuatan salah.
John C. Maxwell mengatakan bahwa pikiran berlanjut ke ucapan terus ke perbuatan. Jika rangkaian ini terus dilakukan dapat membentuk kebiasaan yang menghasilkan karakter seseorang dan akhirnya menentukan destiny (= nasib)-nya.
Marilah kita mulai menyelaraskan antara pikiran benar, ucapan benar dan perbuatan benar untuk membentuk kebiasaan benar dalam membangun karakter yang benar pula sehingga pada akhirnya kita bisa menuai 'hasil' yang baik dan benar pula dalam semua aspek kehidupan kita.
Yyaaapppp mungkin sampe disini sharing kita tentang MANAGEMEN DIRI abis ini jangan kemana – mana dulu masih ada yang mau saya sharing lagi loh..hehehe..
Assalamualaikum.
Wednesday, November 3, 2010
ASSALAMUALAIKUM
haiii para pengobrak – ngabrik blog org..hehe..yap alhamdulillah ketemu lagi di lain pembahasan disini saya akan coba menjelaskan apa itu komunikasi yang efektif, ya walaupun masih liat di blog org dan searching2..hehe..tp insyaallah mudah - mudahan penjelasan dan beberapa tips di bawah ini berguna buat para blogger skalian.
Yaak kita mulai saja apa itu komunikasi yang efektif?
Komunikasi efektif sangat layak kita perhitungkan dalam membangun karir kita semua. Dengan komunikasi yang baik tentunya akan mendukung segala aktifitas kerja yang kita lakukan. Apalagi bila pekerjaan kita melibatkan berbagai bentuk presentasi, rapat - rapat, lobi - melobi dan lain-lainya. Bidang pekerjaan komunikasi seperti presenter dan sejenisnya sangat ditentukan oleh bagaimana cara kita berkomunikasi dalam menyampaikan sesuatu.
Banyak faktor yang dapat membuat apa yang akan kita sampaikan menjadi lebih berkualitas. Seperti kesiapan mental, penguasaan bahan, kelengkapan sarana pendukung serta hal-hal lainnya. Ada kalanya anda merasa ‘nervous’ (gugup) sehingga untuk mengungkapkan sesuatu anda malah kehilangan percaya diri bahkan pembicaraan jadi berputar – putar dan bisa hilang kendali.
Menurut Thomas Leech dalam bukunya Say it like Shakepeare, ada lima komponen atau unsur penting dalam komunikasi yang harus kita perhatikan yaitu: (1) Pengirim pesan (sender), (2) Pesan yang dikirimkan (message), (3) Bagaimana pesan tersebut dikirimkan (delivery channel atau media), (4) Penerima pesan (receiver), (5) Umpan balik (feedback). Leech menambahkan, bahwa untuk membangun komunikasi yang efektif, setidaknya kita harus menguasai empat keterampilan dasar dalam komunikasi, yaitu membaca-menulis (bahasa tulisan) dan mendengar-berbicara (bahasa lisan). Begitu pentingmya, banyak orang menghabiskan waktunya untuk melakukan,paling tidak,salah satu keempat keterampilan itu.
Nah gw ada beberapa tips niy yg gw liat dari blog seorang praktisi, disini ada 5 yaitu :
1. Gunakan kalimat seefektif mungkin ketika berhadapan dengan lawan bicara kita seperti uraikan isi pembicaraan kita dengan kata – kata atau kalimat yang efektif dan langsung mengena pada sasaran. Hindari mengungkapkan informasi detail yang kurang relevan. Biasanya lawan bicara anda tidak akan peduli dengan informasi yang tidak berhubungan dengan topik pembicaraan. Hindari penggunaan bahasa yang kurang atau tidak dimengerti lawan bicara kita. Dengan kata lain, kenali latar belakang calon pendengar anda.
2. Jangan mengungkapkan pengulangan ipokok bahasan, Jika anda ingin mengungkapkan ide - ide, entah pada teman,bos atau dalam suatu rapat, ketahui lebih dulu apakah ide tersebut sudah pernah diungkapkan oleh yang lain. Jika sudah, lebih baik anda tidak usah mengungkapkannya lagi. Karena biasanya orang tidak akan tertarik mendengarkan pengulangan sebuah ide. Dalam presentasi suatu analisa, usahakan tidak terjadi pengulangan kalimat - kalimat yang merupakan teori ataupun kesimpulan. Aturlah urutan penyampaian agar lebih fokus saat menyampaikannya.
3. Usahakan jangan berbicara terlalu lambat, Tutur kata yang terlalu pelan dan lamban hanya akan membuat lawan bicara kita bosan dan tidak sabar dan bisa jadi lawan bicara kita meninggalkan kita. Lagipula gaya bicara kita yang terlalu pelan akan mengesankan kita ragu - ragu dan tidak percaya diri akan penyampaian pesan yg kita sampaikan. Karena itu bicaralah dengan nada yang optimis dan penuh percaya diri.
Tapi yang patut kita ingat, bukan berarti anda harus berbicara dengan cepat tanpa ritme atau jeda.Tapi kita harus pandai menentukan ritme bicara, dimana harus berbicara dan dimana harus berhenti. Ritme yang tepat dalam berkomunikasi tentunya didapat setelah anda sering melakukan latihan atau pengalaman orasi yang cukup.
4. Hindari gumaman yang terlalu sering,biasa nya orang selalu menggumam yang tidak jelas dan sering kali hanya akan mengganggu pembicaraan kita. Lagipula lawan bicara anda akan merasa cape menunggu kapan pembicaraan kita selesai. Sebisa mungkin meminimalkan atau hilangkan gumaman seperti “ ehmmm…., eeee…., oooo…..", dll. Hal ini juga akan mengurangi respek pendengar kita, karena kita dinilai tidak menguasai materi pembicaraan.
5. Hindari humor yang tidak perlu emang sih terkadang melontarkan humor memang sah - sah saja untuk menyegarkan suasana. namun, kita harus tanggap membaca suasana setelah kita mengungkapkan humor. Apakah lawan bicara kita benar - benar terpancing tertawa atau tertawa tapi dengan terpaksa. Atau bahkan menunjukkan wajah yang terganggu dengan humor kita. Jika lawan bicara kita tidak tertarik dengan humor kita, teruskan pembiraannya kembali, jangan memaksa lawan bicara untuk menertawakan humor kita yang telah gagal.
Mudah – mudahan dengan membaca dan melakukan tips diatas, kita semua dapat berkomunikasi secara lebih efektif sekaligus melatih diri kita menjadi pribadi yang efektif. Ingat keefektifan diperlukan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan atau masalah.
Yah para blogger sekalian mungkin sampe disini saja pembahasan dan obrolan kita semoga tulisan saya ini berguna lagi buat anda – anda sekalian. Dan terima kasih buat praktisi yang saya lupa nama nya yang membantu saya untuk menulis blog ini. SEKIAN
WASSALAMUALAIKUM.
haiii para pengobrak – ngabrik blog org..hehe..yap alhamdulillah ketemu lagi di lain pembahasan disini saya akan coba menjelaskan apa itu komunikasi yang efektif, ya walaupun masih liat di blog org dan searching2..hehe..tp insyaallah mudah - mudahan penjelasan dan beberapa tips di bawah ini berguna buat para blogger skalian.
Yaak kita mulai saja apa itu komunikasi yang efektif?
Komunikasi efektif sangat layak kita perhitungkan dalam membangun karir kita semua. Dengan komunikasi yang baik tentunya akan mendukung segala aktifitas kerja yang kita lakukan. Apalagi bila pekerjaan kita melibatkan berbagai bentuk presentasi, rapat - rapat, lobi - melobi dan lain-lainya. Bidang pekerjaan komunikasi seperti presenter dan sejenisnya sangat ditentukan oleh bagaimana cara kita berkomunikasi dalam menyampaikan sesuatu.
Banyak faktor yang dapat membuat apa yang akan kita sampaikan menjadi lebih berkualitas. Seperti kesiapan mental, penguasaan bahan, kelengkapan sarana pendukung serta hal-hal lainnya. Ada kalanya anda merasa ‘nervous’ (gugup) sehingga untuk mengungkapkan sesuatu anda malah kehilangan percaya diri bahkan pembicaraan jadi berputar – putar dan bisa hilang kendali.
Menurut Thomas Leech dalam bukunya Say it like Shakepeare, ada lima komponen atau unsur penting dalam komunikasi yang harus kita perhatikan yaitu: (1) Pengirim pesan (sender), (2) Pesan yang dikirimkan (message), (3) Bagaimana pesan tersebut dikirimkan (delivery channel atau media), (4) Penerima pesan (receiver), (5) Umpan balik (feedback). Leech menambahkan, bahwa untuk membangun komunikasi yang efektif, setidaknya kita harus menguasai empat keterampilan dasar dalam komunikasi, yaitu membaca-menulis (bahasa tulisan) dan mendengar-berbicara (bahasa lisan). Begitu pentingmya, banyak orang menghabiskan waktunya untuk melakukan,paling tidak,salah satu keempat keterampilan itu.
Nah gw ada beberapa tips niy yg gw liat dari blog seorang praktisi, disini ada 5 yaitu :
1. Gunakan kalimat seefektif mungkin ketika berhadapan dengan lawan bicara kita seperti uraikan isi pembicaraan kita dengan kata – kata atau kalimat yang efektif dan langsung mengena pada sasaran. Hindari mengungkapkan informasi detail yang kurang relevan. Biasanya lawan bicara anda tidak akan peduli dengan informasi yang tidak berhubungan dengan topik pembicaraan. Hindari penggunaan bahasa yang kurang atau tidak dimengerti lawan bicara kita. Dengan kata lain, kenali latar belakang calon pendengar anda.
2. Jangan mengungkapkan pengulangan ipokok bahasan, Jika anda ingin mengungkapkan ide - ide, entah pada teman,bos atau dalam suatu rapat, ketahui lebih dulu apakah ide tersebut sudah pernah diungkapkan oleh yang lain. Jika sudah, lebih baik anda tidak usah mengungkapkannya lagi. Karena biasanya orang tidak akan tertarik mendengarkan pengulangan sebuah ide. Dalam presentasi suatu analisa, usahakan tidak terjadi pengulangan kalimat - kalimat yang merupakan teori ataupun kesimpulan. Aturlah urutan penyampaian agar lebih fokus saat menyampaikannya.
3. Usahakan jangan berbicara terlalu lambat, Tutur kata yang terlalu pelan dan lamban hanya akan membuat lawan bicara kita bosan dan tidak sabar dan bisa jadi lawan bicara kita meninggalkan kita. Lagipula gaya bicara kita yang terlalu pelan akan mengesankan kita ragu - ragu dan tidak percaya diri akan penyampaian pesan yg kita sampaikan. Karena itu bicaralah dengan nada yang optimis dan penuh percaya diri.
Tapi yang patut kita ingat, bukan berarti anda harus berbicara dengan cepat tanpa ritme atau jeda.Tapi kita harus pandai menentukan ritme bicara, dimana harus berbicara dan dimana harus berhenti. Ritme yang tepat dalam berkomunikasi tentunya didapat setelah anda sering melakukan latihan atau pengalaman orasi yang cukup.
4. Hindari gumaman yang terlalu sering,biasa nya orang selalu menggumam yang tidak jelas dan sering kali hanya akan mengganggu pembicaraan kita. Lagipula lawan bicara anda akan merasa cape menunggu kapan pembicaraan kita selesai. Sebisa mungkin meminimalkan atau hilangkan gumaman seperti “ ehmmm…., eeee…., oooo…..", dll. Hal ini juga akan mengurangi respek pendengar kita, karena kita dinilai tidak menguasai materi pembicaraan.
5. Hindari humor yang tidak perlu emang sih terkadang melontarkan humor memang sah - sah saja untuk menyegarkan suasana. namun, kita harus tanggap membaca suasana setelah kita mengungkapkan humor. Apakah lawan bicara kita benar - benar terpancing tertawa atau tertawa tapi dengan terpaksa. Atau bahkan menunjukkan wajah yang terganggu dengan humor kita. Jika lawan bicara kita tidak tertarik dengan humor kita, teruskan pembiraannya kembali, jangan memaksa lawan bicara untuk menertawakan humor kita yang telah gagal.
Mudah – mudahan dengan membaca dan melakukan tips diatas, kita semua dapat berkomunikasi secara lebih efektif sekaligus melatih diri kita menjadi pribadi yang efektif. Ingat keefektifan diperlukan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan atau masalah.
Yah para blogger sekalian mungkin sampe disini saja pembahasan dan obrolan kita semoga tulisan saya ini berguna lagi buat anda – anda sekalian. Dan terima kasih buat praktisi yang saya lupa nama nya yang membantu saya untuk menulis blog ini. SEKIAN
WASSALAMUALAIKUM.
Wednesday, October 27, 2010
NEGOSIASI
ASSALAMUALAIKUM
HHaaaiiii para pengobrak – ngabrik blog kembali lagi bersama saya RAMADHONI DELTA WIJAYA mahasiswa INTERPERSONAL SKILL yg di bimbing oleh ibu YOYOH HEREYAH.
Setelah kemarin saya telah membahas tentang MEMECAHKAN KONFLIK nah sekarang kita coba bahas apa itu NEGOSiASI?
Nah saya mulai aja, Negosiasi adalah sesuatu yang kita lakukan setiap saat dan terjadi hampir di setiap aspek kehidupan kita. Selain itu negosiasi adalah cara yang paling efektif untuk mengatasi dan menyelesaikan konflik atau perbedaan kepentingan. Kita memperoleh apa yang kita inginkan melalui negosiasi. Mulai dari bangun pagi, mungkin kita harus mengambil kesepakatan siapa yang harus pake kamar mandi dahulu. Sama hal nya ketika kita di kampus ato di tempat kerja sekalipun misalnya kita melakukan negosiasi dalam rapat organisasi di kampus negosiasi di saat presentasi, rapat di kantor, dan bahkan untuk menentukan di mana makan siang atau nongkrongk pun harus bernegosiasi dengan teman kampus ato sekerja kita.
Jadi kita semua niy pada dasarnya emang negosiator. Beberapa dari kita melakukannya dengan baik, dan sebagian buruk atau kurang berhasil. dan Sebagian kita hanya menjadi pengikut atau selalu mengikuti dan mengakomodasi kepentingan orang lain. Negosiasi dilakukan oleh semua manusia yang berinteraksi dengan manusia lainnya. Mulai dari bocah sampai orang tua, semua lapisan dari kalangan sosial terbawah sampai dengan kaum terelit sekali pun.
Negosiasi juga bisa membangun relasi yang jauh lebih efektif dan lebih baik dengan siapa saja.
Kita bernegosiasi dengan siapa saja, mulai dari isteri atau suami, anak, orang tua, bos, teman dan relasi bisnis. Dan kegiatan negosiasi kita lakukan setiap saat setiap hari. Negosiasi dapat berupa apa saja seperti gaji kita, harga mobil dan rumah yang kita beli, biaya servis mobil, negoisasi tempat, dan sebagainya.
Negosiasi tuh terjadi ketika kita melihat orang lain memiliki atau menguasai sesuatu yang kita inginkan dan kita butukan. Tapi cuma sekedar menginginkan aja ga cukup. Kita harus melakukan negosiasi untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dari pihak lain yang memilikinya dan yang juga mempunyai keinginan atas sesuatu yang kita miliki. dan agar negosiasi dapat terjadi dengan sukses ato lancar, kita harus juga bersiap untuk memberikan atau merelakan sesuatu yang bernilai yang dapat kita tukar dengan sesuatu yang kita inginkan, seperti sharing profit, dll.
Dalam buku Teach Yourself Negotiating, karangan Phil Baguley, dijelaskan tentang definisi NEGOSIASI yaitu suatu cara untuk menetapkan keputusan yang dapat disepakati dan diterima oleh dua pihak dan menyetujui apa dan bagaimana tindakan yang akan dilakukan di masa mendatang. Sedangkan negosiasi memiliki sejumlah karakteristik utama, yaitu:
1. senantiasa melibatkan orang – baik sebagai individual, perwakilan organisasi atau perusahaan, sendiri atau dalam kelompok;
2. memiliki ancaman terjadinya atau di dalamnya mengandung konflik yang terjadi mulai dari awal sampai terjadi kesepakatan dalam akhir negosiasi;
3. menggunakan cara-cara pertukaran sesuatu –baik berupa tawar menawar (bargain) maupun tukar menukar (barter);
4. hampir selalu berbentuk tatap-muka –yang menggunakan bahasa lisan, gerak tubuh maupun ekspresi wajah;
5. negosiasi biasanya menyangkut hal-hal di masa depan atau sesuatu yang belum terjadi dan kita inginkan terjadi;
6. ujung dari negosiasi adalah adanya kesepakatan yang diambil oleh kedua belah pihak, meskipun kesepakatan itu misalnya kedua belah pihak sepakat untuk tidak sepakat.
Manajemen Konflik
Karena setiap negosiasi memiliki potensi konflik dalam seluruh prosesnya, penting sekali bagi kita untuk memahami cara mengatasi atau menyelesaikan konflik. Untuk menjelaskan berbagai alternatif penyelesaian konflik dipandang dari sudut menang – kalah masing-masing pihak, ada empat kuadran manajemen konflik:
1. Kuadran Kalah-Kalah (Menghindari konflik)
Kuadran keempat ini menjelaskan cara mengatasi konflik dengan menghindari konflik dan mengabaikan masalah yang timbul. Atau bisa berarti bahwa kedua belah pihak tidak sepakat untuk menyelesaikan konflik atau menemukan kesepakatan untuk mengatasi konflik tersebut. Kita tidak memaksakan keinginan kita dan sebaliknya tidak terlalu menginginkan sesuatu yang dimiliki atau dikuasai pihak lain.
Cara ini sebetulnya hanya bisa kita lakukan untuk potensi konflik yang ringan dan tidak terlalu penting. Jadi agar tidak menjadi beban dalam pikiran atau kehidupan kita, sebaiknya memang setiap potensi konflik harus dapat segera diselesaikan.
2. Kuadran Menang-Kalah (Persaingan)
Kuadran kedua ini memastikan bahwa kita memenangkan konflik dan pihak lain kalah. Biasanya kita menggunakan kekuasaan atau pengaruh kita untuk memastikan bahwa dalam konflik tersebut kita yang keluar sebagai pemenangnya. Biasanya pihak yang kalah akan lebih mempersiapkan diri dalam pertemuan berikutnya, sehingga terjadilah suatu suasana persaingan atau kompetisi di antara kedua pihak.
Gaya penyelesaian konflik seperti ini sangat tidak mengenakkan bagi pihak yang merasa terpaksa harus berada dalam posisi kalah, sehingga sebaiknya hanya digunakan dalam keadaan terpaksa yang membutuhkan penyelesaian yang cepat dan tegas.
3. Kuadran Kalah-Menang (Mengakomodasi)
Agak berbeda dengan kuadran kedua, kuadran ketiga yaitu kita kalah – mereka menang ini berarti kita berada dalam posisi mengalah atau mengakomodasi kepentingan pihak lain. Gaya ini kita gunakan untuk menghindari kesulitan atau masalah yang lebih besar. Gaya ini juga merupakan upaya untuk mengurangi tingkat ketegangan akibat dari konflik tersebut atau menciptakan perdamaian yang kita inginkan.
Mengalah dalam hal ini bukan berarti kita kalah, tetapi kita menciptakan suasana untuk memungkinkan penyelesaian yang paripurna terhadap konflik yang timbul antara kedua pihak. Mengalah memiliki esensi kebesaran jiwa dan memberi kesempatan kepada pihak lain untuk juga mau mengakomodasi kepentingan kita sehingga selanjutnya kita bersama bisa menuju ke kuadran pertama.
4. Kuadran Menang-Menang (Kolaborasi)
Kuadran pertama ini disebut dengan gaya manajemen konflik kolaborasi atau bekerja sama. Tujuan kita adalah mengatasi konflik dengan menciptakan penyelesaian melalui konsensus atau kesepakatan bersama yang mengikat semua pihak yang bertikai. Proses ini biasanya yang paling lama memakan waktu karena harus dapat mengakomodasi kedua kepentingan yang biasanya berada di kedua ujung ekstrim satu sama lainnya.
Proses ini memerlukan komitmen yang besar dari kedua pihak untuk menyelesaikannya dan dapat menumbuhkan hubungan jangka panjang yang kokoh . Secara sederhana proses ini dapat dijelaskan bahwa masing-masing pihak memahami dengan sepenuhnya keinginan atau tuntutan pihak lainnya dan berusaha dengan penuh komitmen untuk mencari titik temu kedua kepentingan tersebut.
Negosiasi dengan Hati
Pada dasarnya negosiasi adalah cara bagaimana kita mengenali, mengelola dan mengendalikan emosi kita dan emosi pihak lain. Di sinilah seringkali banyak di antara kita tidak menyadari bahwa negosiasi sebenarnya lebih banyak melibatkan apa yang ada di dalam hati atau jiwa seseorang. Ini seperti gambaran sebuah gunung es, di mana puncak yang kelihatan merupakan hal-hal yang formal, tuntutan yang dinyatakan dengan jelas, kebijakan atau prosedur perusahaan, maupun hubungan atau relasi bisnis yang didasarkan pada hitungan untung rugi.
Sedangkan yang sering dilupakan dalam proses negosiasi adalah hal-hal yang tidak kelihatan, seperti misalnya hasrat, keinginan, perasaan, nilai-nilai maupun keyakinan yang dianut oleh individual yang terlibat dalam konflik atau yang terlibat dalam proses negosiasi. Hal-hal yang di dalam inilah justru seringkali menjadi kunci terciptanya negosiasi yang sukses dan efektif.
Negosiasi sebenarnya melibatkan tiga hal pokok yang kami sebut sebagai Negotiation Triangle, yaitu terdiri dari HEART (yaitu karakter atau apa yang ada di dalam kita yang menjadi dasar dalam kita melakukan negosiasi), HEAD (yaitu metoda atau teknik-teknik yang kita gunakan dalam melakukan negosiasi), HANDS (yaitu kebiasaan-kebiasaan dan perilaku kita dalam melakukan negosiasi yang semakin menunjukkan jam terbang kita menuju keunggulan atau keahlian dalam bernegosiasi).
Jadi sebenarnya tidaklah cukup melakukan negosiasi hanya berdasarkan hal-hal formal, kebijakan dan prosedur, atau teknik-teknik dalam negosiasi. Justru kita perlu menggunakan ketiga komponen tersebut yaitu: karakter, metoda dan perilaku.
Dalam banyak hal, negosiasi justru tidak terselesaikan di meja perundingan atau meja rapat formal, tetapi justru dalam suasana yang lebih informal dan relaks, di mana kedua pihak berbicara dengan hati dan memanfaatkan sisi kemanusiaan pihak lainnya. Karena pada dasarnya selain hal-hal formal yang ada dalam proses negosiasi, setiap manusia memiliki keinginan, hasrat, perasaan, nilai-nilai dan keyakinan yang menjadi dasar bagi setiap langkah pengambilan keputusan yang dilakukannya.
Yah sebagai contoh adalah saya sendiri dimana saya ialah instruktur bela diri (AIKIDO) di mana saya juga butuh tempat untuk mengajar atau benteng atas nama saya jadi mau g mau saya harus mencari tempat yg pas untuk di jadikan tempat latihan aikido seperti tempat fitness (gym), sekolah atau institusi, atau bisa jg sport center asal kan nyaman dan lega bisa saja di jadikan tempat latihan aikido.
Nah setelah di dapat tempatnya saya membuat proposal untuk di ajukan di salah satu tempat yg kita mau setelah itu saya membuat appointment ato janji kepada pengurus/pengelolo tempat tersebut,setelah ketemu di situ saya negosiasi atau bahasa lain nya yg biasa di katakan org2 ialah meloby, yah di situ ngomong macem2 lah ttg penggunaan tempat,profit, dll. Dan satu hal yg penting kita bisa mengenali karakter dan mau si pengelola tempat tersebut serta dalam bahasa kita harus benar – benar di jaga karena salah sedikit aja pasti akan di pertanyakan, dan bila kita ga bisa menjawab atau ga bisa menjelaskan itu bisa saja malah akan membunuh kita sendiri dan kehilangn yg kita ingin kan dan kita butuhkan.
Jadiii, buat para negosiator harap di perhatikan lagi soal tata bahasa dan bicara nya krn buat saya itu yg terpenting dalam ber negoisasi.
Yyyaaappp mungkin cukup sudah sharing kita x ini mudah2an bisa bermanfaat bagi kalian para negosiator muda atau tua sekalipun..hehehe..amin! Mudah2an kita dapet sharing lagi di lain kesempatan dan pembahasan baru lagi yaaa…
ASSALAMUALIKUM WR.WB
ASSALAMUALAIKUM
HHaaaiiii para pengobrak – ngabrik blog kembali lagi bersama saya RAMADHONI DELTA WIJAYA mahasiswa INTERPERSONAL SKILL yg di bimbing oleh ibu YOYOH HEREYAH.
Setelah kemarin saya telah membahas tentang MEMECAHKAN KONFLIK nah sekarang kita coba bahas apa itu NEGOSiASI?
Nah saya mulai aja, Negosiasi adalah sesuatu yang kita lakukan setiap saat dan terjadi hampir di setiap aspek kehidupan kita. Selain itu negosiasi adalah cara yang paling efektif untuk mengatasi dan menyelesaikan konflik atau perbedaan kepentingan. Kita memperoleh apa yang kita inginkan melalui negosiasi. Mulai dari bangun pagi, mungkin kita harus mengambil kesepakatan siapa yang harus pake kamar mandi dahulu. Sama hal nya ketika kita di kampus ato di tempat kerja sekalipun misalnya kita melakukan negosiasi dalam rapat organisasi di kampus negosiasi di saat presentasi, rapat di kantor, dan bahkan untuk menentukan di mana makan siang atau nongkrongk pun harus bernegosiasi dengan teman kampus ato sekerja kita.
Jadi kita semua niy pada dasarnya emang negosiator. Beberapa dari kita melakukannya dengan baik, dan sebagian buruk atau kurang berhasil. dan Sebagian kita hanya menjadi pengikut atau selalu mengikuti dan mengakomodasi kepentingan orang lain. Negosiasi dilakukan oleh semua manusia yang berinteraksi dengan manusia lainnya. Mulai dari bocah sampai orang tua, semua lapisan dari kalangan sosial terbawah sampai dengan kaum terelit sekali pun.
Negosiasi juga bisa membangun relasi yang jauh lebih efektif dan lebih baik dengan siapa saja.
Kita bernegosiasi dengan siapa saja, mulai dari isteri atau suami, anak, orang tua, bos, teman dan relasi bisnis. Dan kegiatan negosiasi kita lakukan setiap saat setiap hari. Negosiasi dapat berupa apa saja seperti gaji kita, harga mobil dan rumah yang kita beli, biaya servis mobil, negoisasi tempat, dan sebagainya.
Negosiasi tuh terjadi ketika kita melihat orang lain memiliki atau menguasai sesuatu yang kita inginkan dan kita butukan. Tapi cuma sekedar menginginkan aja ga cukup. Kita harus melakukan negosiasi untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dari pihak lain yang memilikinya dan yang juga mempunyai keinginan atas sesuatu yang kita miliki. dan agar negosiasi dapat terjadi dengan sukses ato lancar, kita harus juga bersiap untuk memberikan atau merelakan sesuatu yang bernilai yang dapat kita tukar dengan sesuatu yang kita inginkan, seperti sharing profit, dll.
Dalam buku Teach Yourself Negotiating, karangan Phil Baguley, dijelaskan tentang definisi NEGOSIASI yaitu suatu cara untuk menetapkan keputusan yang dapat disepakati dan diterima oleh dua pihak dan menyetujui apa dan bagaimana tindakan yang akan dilakukan di masa mendatang. Sedangkan negosiasi memiliki sejumlah karakteristik utama, yaitu:
1. senantiasa melibatkan orang – baik sebagai individual, perwakilan organisasi atau perusahaan, sendiri atau dalam kelompok;
2. memiliki ancaman terjadinya atau di dalamnya mengandung konflik yang terjadi mulai dari awal sampai terjadi kesepakatan dalam akhir negosiasi;
3. menggunakan cara-cara pertukaran sesuatu –baik berupa tawar menawar (bargain) maupun tukar menukar (barter);
4. hampir selalu berbentuk tatap-muka –yang menggunakan bahasa lisan, gerak tubuh maupun ekspresi wajah;
5. negosiasi biasanya menyangkut hal-hal di masa depan atau sesuatu yang belum terjadi dan kita inginkan terjadi;
6. ujung dari negosiasi adalah adanya kesepakatan yang diambil oleh kedua belah pihak, meskipun kesepakatan itu misalnya kedua belah pihak sepakat untuk tidak sepakat.
Manajemen Konflik
Karena setiap negosiasi memiliki potensi konflik dalam seluruh prosesnya, penting sekali bagi kita untuk memahami cara mengatasi atau menyelesaikan konflik. Untuk menjelaskan berbagai alternatif penyelesaian konflik dipandang dari sudut menang – kalah masing-masing pihak, ada empat kuadran manajemen konflik:
1. Kuadran Kalah-Kalah (Menghindari konflik)
Kuadran keempat ini menjelaskan cara mengatasi konflik dengan menghindari konflik dan mengabaikan masalah yang timbul. Atau bisa berarti bahwa kedua belah pihak tidak sepakat untuk menyelesaikan konflik atau menemukan kesepakatan untuk mengatasi konflik tersebut. Kita tidak memaksakan keinginan kita dan sebaliknya tidak terlalu menginginkan sesuatu yang dimiliki atau dikuasai pihak lain.
Cara ini sebetulnya hanya bisa kita lakukan untuk potensi konflik yang ringan dan tidak terlalu penting. Jadi agar tidak menjadi beban dalam pikiran atau kehidupan kita, sebaiknya memang setiap potensi konflik harus dapat segera diselesaikan.
2. Kuadran Menang-Kalah (Persaingan)
Kuadran kedua ini memastikan bahwa kita memenangkan konflik dan pihak lain kalah. Biasanya kita menggunakan kekuasaan atau pengaruh kita untuk memastikan bahwa dalam konflik tersebut kita yang keluar sebagai pemenangnya. Biasanya pihak yang kalah akan lebih mempersiapkan diri dalam pertemuan berikutnya, sehingga terjadilah suatu suasana persaingan atau kompetisi di antara kedua pihak.
Gaya penyelesaian konflik seperti ini sangat tidak mengenakkan bagi pihak yang merasa terpaksa harus berada dalam posisi kalah, sehingga sebaiknya hanya digunakan dalam keadaan terpaksa yang membutuhkan penyelesaian yang cepat dan tegas.
3. Kuadran Kalah-Menang (Mengakomodasi)
Agak berbeda dengan kuadran kedua, kuadran ketiga yaitu kita kalah – mereka menang ini berarti kita berada dalam posisi mengalah atau mengakomodasi kepentingan pihak lain. Gaya ini kita gunakan untuk menghindari kesulitan atau masalah yang lebih besar. Gaya ini juga merupakan upaya untuk mengurangi tingkat ketegangan akibat dari konflik tersebut atau menciptakan perdamaian yang kita inginkan.
Mengalah dalam hal ini bukan berarti kita kalah, tetapi kita menciptakan suasana untuk memungkinkan penyelesaian yang paripurna terhadap konflik yang timbul antara kedua pihak. Mengalah memiliki esensi kebesaran jiwa dan memberi kesempatan kepada pihak lain untuk juga mau mengakomodasi kepentingan kita sehingga selanjutnya kita bersama bisa menuju ke kuadran pertama.
4. Kuadran Menang-Menang (Kolaborasi)
Kuadran pertama ini disebut dengan gaya manajemen konflik kolaborasi atau bekerja sama. Tujuan kita adalah mengatasi konflik dengan menciptakan penyelesaian melalui konsensus atau kesepakatan bersama yang mengikat semua pihak yang bertikai. Proses ini biasanya yang paling lama memakan waktu karena harus dapat mengakomodasi kedua kepentingan yang biasanya berada di kedua ujung ekstrim satu sama lainnya.
Proses ini memerlukan komitmen yang besar dari kedua pihak untuk menyelesaikannya dan dapat menumbuhkan hubungan jangka panjang yang kokoh . Secara sederhana proses ini dapat dijelaskan bahwa masing-masing pihak memahami dengan sepenuhnya keinginan atau tuntutan pihak lainnya dan berusaha dengan penuh komitmen untuk mencari titik temu kedua kepentingan tersebut.
Negosiasi dengan Hati
Pada dasarnya negosiasi adalah cara bagaimana kita mengenali, mengelola dan mengendalikan emosi kita dan emosi pihak lain. Di sinilah seringkali banyak di antara kita tidak menyadari bahwa negosiasi sebenarnya lebih banyak melibatkan apa yang ada di dalam hati atau jiwa seseorang. Ini seperti gambaran sebuah gunung es, di mana puncak yang kelihatan merupakan hal-hal yang formal, tuntutan yang dinyatakan dengan jelas, kebijakan atau prosedur perusahaan, maupun hubungan atau relasi bisnis yang didasarkan pada hitungan untung rugi.
Sedangkan yang sering dilupakan dalam proses negosiasi adalah hal-hal yang tidak kelihatan, seperti misalnya hasrat, keinginan, perasaan, nilai-nilai maupun keyakinan yang dianut oleh individual yang terlibat dalam konflik atau yang terlibat dalam proses negosiasi. Hal-hal yang di dalam inilah justru seringkali menjadi kunci terciptanya negosiasi yang sukses dan efektif.
Negosiasi sebenarnya melibatkan tiga hal pokok yang kami sebut sebagai Negotiation Triangle, yaitu terdiri dari HEART (yaitu karakter atau apa yang ada di dalam kita yang menjadi dasar dalam kita melakukan negosiasi), HEAD (yaitu metoda atau teknik-teknik yang kita gunakan dalam melakukan negosiasi), HANDS (yaitu kebiasaan-kebiasaan dan perilaku kita dalam melakukan negosiasi yang semakin menunjukkan jam terbang kita menuju keunggulan atau keahlian dalam bernegosiasi).
Jadi sebenarnya tidaklah cukup melakukan negosiasi hanya berdasarkan hal-hal formal, kebijakan dan prosedur, atau teknik-teknik dalam negosiasi. Justru kita perlu menggunakan ketiga komponen tersebut yaitu: karakter, metoda dan perilaku.
Dalam banyak hal, negosiasi justru tidak terselesaikan di meja perundingan atau meja rapat formal, tetapi justru dalam suasana yang lebih informal dan relaks, di mana kedua pihak berbicara dengan hati dan memanfaatkan sisi kemanusiaan pihak lainnya. Karena pada dasarnya selain hal-hal formal yang ada dalam proses negosiasi, setiap manusia memiliki keinginan, hasrat, perasaan, nilai-nilai dan keyakinan yang menjadi dasar bagi setiap langkah pengambilan keputusan yang dilakukannya.
Yah sebagai contoh adalah saya sendiri dimana saya ialah instruktur bela diri (AIKIDO) di mana saya juga butuh tempat untuk mengajar atau benteng atas nama saya jadi mau g mau saya harus mencari tempat yg pas untuk di jadikan tempat latihan aikido seperti tempat fitness (gym), sekolah atau institusi, atau bisa jg sport center asal kan nyaman dan lega bisa saja di jadikan tempat latihan aikido.
Nah setelah di dapat tempatnya saya membuat proposal untuk di ajukan di salah satu tempat yg kita mau setelah itu saya membuat appointment ato janji kepada pengurus/pengelolo tempat tersebut,setelah ketemu di situ saya negosiasi atau bahasa lain nya yg biasa di katakan org2 ialah meloby, yah di situ ngomong macem2 lah ttg penggunaan tempat,profit, dll. Dan satu hal yg penting kita bisa mengenali karakter dan mau si pengelola tempat tersebut serta dalam bahasa kita harus benar – benar di jaga karena salah sedikit aja pasti akan di pertanyakan, dan bila kita ga bisa menjawab atau ga bisa menjelaskan itu bisa saja malah akan membunuh kita sendiri dan kehilangn yg kita ingin kan dan kita butuhkan.
Jadiii, buat para negosiator harap di perhatikan lagi soal tata bahasa dan bicara nya krn buat saya itu yg terpenting dalam ber negoisasi.
Yyyaaappp mungkin cukup sudah sharing kita x ini mudah2an bisa bermanfaat bagi kalian para negosiator muda atau tua sekalipun..hehehe..amin! Mudah2an kita dapet sharing lagi di lain kesempatan dan pembahasan baru lagi yaaa…
ASSALAMUALIKUM WR.WB
Thursday, October 21, 2010
INTERPERSONAL SKILL
MEMECAHKAN KONFLIK
ASSLAMUALLAIKUMM
Hiii kalian yg suka ngobrak - ngabrik blog..hehe..saya disini ingin coba sharing sama lo semua yg baca blog gw, y wlwpun mungkin kurang detail ato jelas ya maklumlah msh kuliah da belajar..hehe..
Jadi gini saya cma mau sharing bagaimana sih cara MEMECAHKAN KONFLIK yg damai dan tentram, ya seperti kalian tau semua org di dunia ini pasti punya konflik dr berbagai hal entah dr di luar diri nya atau di dalam diri nya. Mungkin saya g mw ambil konflik yg universal, kita liat aja diri kita sendiri, di dalam diri kita aja msh bnyk konflik yg terjadi di dalam keluarga, pertemanan, kuliah, organisasi, bahkan g luput jg dalam urusan percintaan. Semua itu aja uda buat otak dan pikiran kita terganggu akibat nya stress lah, kabur dr mslh, mabuk2an. Dan itu semua malah akan menambah konflik atau masalah baru lg.
Tetapi banyak jg kq cara untuk memecahkan konflik atau masalah,ini saya dapatkan setelah saya browsing di internet. menurut saya bagus kok untuk di terapin di setiap konflik kalian mungkin dr beberapa cara tersebut saya uda nerapin dan Alhamdulillah berhasil tp ttp semua nya balik ke diri kita masing - masing.
Ini cara – cara bagaimana memecahkan konflik diantara nya :
Usaha manusia untuk meredakan pertikaian atau konflik dalam mencapai kestabilan dinamakan “akomodasi”. Pihak-pihak yang berkonflik kemudian saling menyesuaikan diri pada keadaan tersebut dengan cara bekerja sama. Bentuk-bentuk akomodasi :
1. Gencatan senjata, yaitu penangguhan permusuhan untuk jangka waktu tertentu, guna melakukan suatu pekerjaan tertentu yang tidak boleh di ganggu. Misalnya : untuk melakukan perawatan bagi yang luka - luka, mengubur yang tewas, atau mengadakan perundingan perdamaian, merayakan hari suci keagamaan, dan lain-lain.
2. Abitrasi, yaitu suatu perselisihan yang langsung di hentikan oleh pihak ketiga yang memberikan keputusan dan di terima serta di taati oleh kedua belah pihak. Kejadian seperti ini terlihat setiap hari dan berulangkali di mana saja dalam masyarakat, bersifat spontan dan informal. Jika pihak ketiga tidak bisa dipilih maka pemerintah biasanya menunjuk pengadilan.
3. Mediasi, yaitu penghentian pertikaian oleh pihak ketiga tetapi tidak di berikan keputusan yang mengikat. Contoh : PBB membantu menyelesaikan perselisihan antara Indonesia dengan Belanda.
4. Konsiliasi, yaitu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak - pihak yang berselisih sehingga tercapai persetujuan bersama. Misalnya : Panitia tetap penyelesaikan perburuhan yang dibentuk Departemen Tenaga Kerja. Bertugas menyelesaikan persoalan upah, jam kerja, kesejahteraan buruh, hari - hari libur, dan lain - lain.
5. Stalemate, yaitu keadaan ketika kedua belah pihak yang bertentangan memiliki kekuatan yang seimbang, lalu berhenti pada suatu titik tidak saling menyerang. Keadaan ini terjadi karena kedua belah pihak tidak mungkin lagi untuk maju atau mundur. Sebagai contoh : adu senjata antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.
6. Adjudication (ajudikasi), yaitu penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.
Adapun cara-cara yang lain untuk memecahkan konflik adalah :
1. Elimination, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat di dalam konflik, yang diungkapkan dengan ucapan antara lain : kami mengalah, kami keluar, dan sebagainya.
2. Subjugation atau domination, yaitu orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar untuk dapat memaksa orang atau pihak lain menaatinya. Sudah barang tentu cara ini bukan suatu cara pemecahan yang memuaskan bagi pihak-pihak yang terlibat.
3. Majority rule, yaitu suara terbanyak yang ditentukan melalui voting untuk mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan argumentasi.
4. Minority consent, yaitu kemenangan kelompok mayoritas yang diterima dengan senang hati oleh kelompok minoritas. Kelompok minoritas sama sekali tidak merasa dikalahkan dan sepakat untuk melakukan kerja sama dengan kelompok mayoritas.
5. Kompromi, yaitu jalan tengah yang dicapai oleh pihak-pihak yang terlibat di dalam konflik.
6. Integrasi, yaitu mendiskusikan, menelaah, dan mempertimbangkan kembali pendapat-pendapat sampai diperoleh suatu keputusan yang memaksa semua pihak.
Kita semua pasti sependapat bahwa semua orang di seluk beluk dunis ini memiliki masalah. Bahkan masalah itu akan terus ada dan menghampiri kita seiring dengan perjalanan hidup kita di dunia. Orang yang berhasil atau sukses, ialah orang yang bisa mengatasi masalah satu persatu yang datang bertubi – tubi di setiap waktu.
Kita jangan sampai mengabaikan konflik atau masalah krn Masalah akan datang terus menerus, jika tidak segera di selesaikan, maka masalah yang kita miliki akan menumpuk, sehingga kita akan kebingungan sendiri mengahadapi masalah tersebut. Dan di dalam hidup, kita harus memiliki cara untuk menyelesaikan masalah di dalam maupun di luar hidup kita.
Saat kita di datangin masalah, maka kita harus bisa menemukan jalan keluar serta pemikiran yg tenang serta kreatif untuk mengatasi masalah tersebut. Kemampuan kreativitas sangat penting dalam memecahkan konflik, kebanyakan org – org di luar sana bnyk sekali yg putus asa krn tidak sanggup menyelesaikan masalah, sebenernya mereka yg putus asa itu bisa asal kan mereka mau dan mampu untuk mencari serta melakukan demi masalah dan konflik nya terselesaikan.
Intinya dalam pemecahan konflik atau masalah harus di butuhkan penalaran yg logis tanpa harus mengeluarkan emosi sdikitpun, krn emosi itu bisa jadi akan membuat keruh keadaan dan membuat tambah rumit lagi.
YYYAAPPPPPP..selesai jg akhirnya sharing season kita yg pertama mudah – mudahan bisa berguna dan bermanfaat bagi para pengobrak – ngabrik blog – blog org..hehe.., dan saya minta maaf kepada penulis atau sumber data krn saya lupa siapa penulis tulisan cara – cara memecahkan maslah yg saya masukin di dalam sharing ini, serta kepada bu yoyoh maaf saya telat posting ini di blog saya krn kepadetan saya kuliah serta mengajar harap maklum..hehe..
Demikian sodara dan sodari sharing kita ini mudah – mudahan kita bisa sharing lagi di bagian berikutnya..AMIN..
ASSALAMUALLAIKUMM…
ASSLAMUALLAIKUMM
Hiii kalian yg suka ngobrak - ngabrik blog..hehe..saya disini ingin coba sharing sama lo semua yg baca blog gw, y wlwpun mungkin kurang detail ato jelas ya maklumlah msh kuliah da belajar..hehe..
Jadi gini saya cma mau sharing bagaimana sih cara MEMECAHKAN KONFLIK yg damai dan tentram, ya seperti kalian tau semua org di dunia ini pasti punya konflik dr berbagai hal entah dr di luar diri nya atau di dalam diri nya. Mungkin saya g mw ambil konflik yg universal, kita liat aja diri kita sendiri, di dalam diri kita aja msh bnyk konflik yg terjadi di dalam keluarga, pertemanan, kuliah, organisasi, bahkan g luput jg dalam urusan percintaan. Semua itu aja uda buat otak dan pikiran kita terganggu akibat nya stress lah, kabur dr mslh, mabuk2an. Dan itu semua malah akan menambah konflik atau masalah baru lg.
Tetapi banyak jg kq cara untuk memecahkan konflik atau masalah,ini saya dapatkan setelah saya browsing di internet. menurut saya bagus kok untuk di terapin di setiap konflik kalian mungkin dr beberapa cara tersebut saya uda nerapin dan Alhamdulillah berhasil tp ttp semua nya balik ke diri kita masing - masing.
Ini cara – cara bagaimana memecahkan konflik diantara nya :
Usaha manusia untuk meredakan pertikaian atau konflik dalam mencapai kestabilan dinamakan “akomodasi”. Pihak-pihak yang berkonflik kemudian saling menyesuaikan diri pada keadaan tersebut dengan cara bekerja sama. Bentuk-bentuk akomodasi :
1. Gencatan senjata, yaitu penangguhan permusuhan untuk jangka waktu tertentu, guna melakukan suatu pekerjaan tertentu yang tidak boleh di ganggu. Misalnya : untuk melakukan perawatan bagi yang luka - luka, mengubur yang tewas, atau mengadakan perundingan perdamaian, merayakan hari suci keagamaan, dan lain-lain.
2. Abitrasi, yaitu suatu perselisihan yang langsung di hentikan oleh pihak ketiga yang memberikan keputusan dan di terima serta di taati oleh kedua belah pihak. Kejadian seperti ini terlihat setiap hari dan berulangkali di mana saja dalam masyarakat, bersifat spontan dan informal. Jika pihak ketiga tidak bisa dipilih maka pemerintah biasanya menunjuk pengadilan.
3. Mediasi, yaitu penghentian pertikaian oleh pihak ketiga tetapi tidak di berikan keputusan yang mengikat. Contoh : PBB membantu menyelesaikan perselisihan antara Indonesia dengan Belanda.
4. Konsiliasi, yaitu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak - pihak yang berselisih sehingga tercapai persetujuan bersama. Misalnya : Panitia tetap penyelesaikan perburuhan yang dibentuk Departemen Tenaga Kerja. Bertugas menyelesaikan persoalan upah, jam kerja, kesejahteraan buruh, hari - hari libur, dan lain - lain.
5. Stalemate, yaitu keadaan ketika kedua belah pihak yang bertentangan memiliki kekuatan yang seimbang, lalu berhenti pada suatu titik tidak saling menyerang. Keadaan ini terjadi karena kedua belah pihak tidak mungkin lagi untuk maju atau mundur. Sebagai contoh : adu senjata antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.
6. Adjudication (ajudikasi), yaitu penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.
Adapun cara-cara yang lain untuk memecahkan konflik adalah :
1. Elimination, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat di dalam konflik, yang diungkapkan dengan ucapan antara lain : kami mengalah, kami keluar, dan sebagainya.
2. Subjugation atau domination, yaitu orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar untuk dapat memaksa orang atau pihak lain menaatinya. Sudah barang tentu cara ini bukan suatu cara pemecahan yang memuaskan bagi pihak-pihak yang terlibat.
3. Majority rule, yaitu suara terbanyak yang ditentukan melalui voting untuk mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan argumentasi.
4. Minority consent, yaitu kemenangan kelompok mayoritas yang diterima dengan senang hati oleh kelompok minoritas. Kelompok minoritas sama sekali tidak merasa dikalahkan dan sepakat untuk melakukan kerja sama dengan kelompok mayoritas.
5. Kompromi, yaitu jalan tengah yang dicapai oleh pihak-pihak yang terlibat di dalam konflik.
6. Integrasi, yaitu mendiskusikan, menelaah, dan mempertimbangkan kembali pendapat-pendapat sampai diperoleh suatu keputusan yang memaksa semua pihak.
Kita semua pasti sependapat bahwa semua orang di seluk beluk dunis ini memiliki masalah. Bahkan masalah itu akan terus ada dan menghampiri kita seiring dengan perjalanan hidup kita di dunia. Orang yang berhasil atau sukses, ialah orang yang bisa mengatasi masalah satu persatu yang datang bertubi – tubi di setiap waktu.
Kita jangan sampai mengabaikan konflik atau masalah krn Masalah akan datang terus menerus, jika tidak segera di selesaikan, maka masalah yang kita miliki akan menumpuk, sehingga kita akan kebingungan sendiri mengahadapi masalah tersebut. Dan di dalam hidup, kita harus memiliki cara untuk menyelesaikan masalah di dalam maupun di luar hidup kita.
Saat kita di datangin masalah, maka kita harus bisa menemukan jalan keluar serta pemikiran yg tenang serta kreatif untuk mengatasi masalah tersebut. Kemampuan kreativitas sangat penting dalam memecahkan konflik, kebanyakan org – org di luar sana bnyk sekali yg putus asa krn tidak sanggup menyelesaikan masalah, sebenernya mereka yg putus asa itu bisa asal kan mereka mau dan mampu untuk mencari serta melakukan demi masalah dan konflik nya terselesaikan.
Intinya dalam pemecahan konflik atau masalah harus di butuhkan penalaran yg logis tanpa harus mengeluarkan emosi sdikitpun, krn emosi itu bisa jadi akan membuat keruh keadaan dan membuat tambah rumit lagi.
YYYAAPPPPPP..selesai jg akhirnya sharing season kita yg pertama mudah – mudahan bisa berguna dan bermanfaat bagi para pengobrak – ngabrik blog – blog org..hehe.., dan saya minta maaf kepada penulis atau sumber data krn saya lupa siapa penulis tulisan cara – cara memecahkan maslah yg saya masukin di dalam sharing ini, serta kepada bu yoyoh maaf saya telat posting ini di blog saya krn kepadetan saya kuliah serta mengajar harap maklum..hehe..
Demikian sodara dan sodari sharing kita ini mudah – mudahan kita bisa sharing lagi di bagian berikutnya..AMIN..
ASSALAMUALLAIKUMM…
Monday, October 11, 2010
KAMUS AIKIDO
| A | |
| ai | harmoni, keselarasan, penyatuan |
| aihanmi | posisi berdiri terhadap lawan, kaki depan sama kiri atau sama kanan, bandingkan dengan gyakuhanmi |
| aihanmi katatedori | pegangan pada pergelangan tangan, kanan dengan kanan atau kiri dengan kiri, disebut juga kosadori, bandingkan dengan gyakuhanmi katatedori |
| aiki | menyatukan ki dengan ki lawan |
| aikibatto | latihan pedang, sendiri atau berpasangan |
| aikibudo | cara bertarung sesuai dengan prinsip aiki, merupakan nama awal dari aikido |
| aikido | jalan hidup menyatukan / menyelaraskan energi |
| aikidoka | sebutan untuk seseorang yang mendalami aikido, terutama tingkat menengah dan profesional |
| Aikijinja | kuil aikido di Iwama |
| aikijo | latihan aikido menggunakan tongkat kayu |
| aikijutsu | salah satu aliran beladiri Daito ryu, disebut juga aikijujutsu |
| Aikikai | organisasi dan label untuk aikido-nya Ueshiba |
| aikiken | latihan aikido menggunakan pedang |
| aikinage | lemparan-aiki, teknik melempar |
| aiki no michi | aikido (michi=do) |
| aikiotoshi | jatuhan-aiki, teknik melempar |
| aikitaiso | senam pemanasan dalam aikido |
| aite | rekan berlatih |
| arigato | terima kasih |
| arigato gozaimasu | terima kasih (untuk sesuatu yang masih berjalan) |
| arigato gozaimashita | terima kasih (untuk sesuatu yang telah selesai dilakukan) |
| ashi | kaki |
| ate | pukulan, serangan |
| atemi | serangan ke tubuh |
| awase | gerakan yang menyatu dengan gerakan lawan |
| ayumiashi | langkah kaki maju bergantian kanan dan kiri, seperti berjalan biasa, bandingkan dengan tsugiashi |
| B | |
| barai/harai | gerakan sapuan |
| batto | menarik pedang dari sarungnya, disebut juga nuki |
| bo | tongkat, lebih panjang dari jo |
| bokken | pedang kayu |
| bokuto | sama dengan bokken |
| bu | perang, pertarungan, pertempuran |
| budo | cara berperang / bertarung, seni beladiri Jepang |
| budoka | seseorang yang menjalankan budo, terutama tingkat menengah dan profesional |
| bugei | terminologi lama dari seni perang |
| bukiwaza | latihan teknik menggunakan senjata |
| bushi | ksatria |
| bushido | jalan hidup ksatria |
| C | |
| chado | tradisi minum teh |
| chikara | tenaga / kekuatan |
| choku | langsung |
| chokutsuki | serangan langsung menggunakan tongkat, berupa tusukan |
| chudan | tengah, bandingkan dengan jodan dan gedan |
| chudan kamae | posisi siaga dengan senjata berada setinggi perut |
| chudan tsuki | serangan berupa tusukan ke arah perut, dengan atau tanpa senjata |
| chukyusha | murid tingkat menengah, masih dalam tingkat kyu |
| D | |
| dai | besar, disebut juga o |
| daisho | sepasang pedang, panjang dan pendek |
| dame | salah, buruk |
| Dan | sebutan untuk tingkat kemahiran, sabuk hitam dalam seni beladiri Jepang |
| dao/tao | adopsi kata dari bahasa Cina yang berarti jalan |
| deshi | murid |
| do | jalan, disebut juga michi |
| dogi | pakaian untuk berlatih beladiri, disebut juga keikogi atau gi |
| do-in | tradisi pijat untuk diri sendiri |
| dojo | tempat berlatih beladiri |
| dojo cho | pimpinan tempat berlatih |
| doka | puisi tentang jalan hidup |
| domo | banyak |
| domo arigato gozaimas | terima kasih banyak (untuk sesuatu yang masih berjalan) |
| domo arigato gozaimashita | terima kasih banyak (untuk sesuatu yang telah selesai dilakukan)dori take, catch, grab |
| dosa | gerakan |
| doshu | pimpinan budo |
| dozo | silakan |
| E | |
| embukai | demonstrasi / pertunjukan untuk umum |
| empi | serangan menggunakan sikut |
| eri | leher, kerah baju |
| eridori | cekikan pada leher menggunakan kerah baju |
| F | |
| fukushidoin | instruktur, pelatih, Dan 2-3, bandingkan dengan shidoin dan shihan |
| funakogi undo | gerakan mendayung, disebut juga torifune |
| furitama | latihan untuk membangkitkan ki |
| futaridori / futarigake | bertarung melawan dua orang penyerang sekaligus |
| G | |
| gaeshi / kaeshi | berputar, berbalik |
| gamae / kamae | kuda-kuda, posisi dasar, posisi siaga |
| gasshuku | pemusatan pelatihan, latihan bersama |
| gedan | bawah / rendah, bandingkan dengan jodan dan chudan |
| gedanbarai | tangkisan / sapuan bawah |
| geiko / keiko | latihan |
| geri | tendangan |
| gi | pakaian untuk berlatih beladiri, disebut juga keikogi atau dogi |
| giri / kiri | gerakan memotong |
| go | lima |
| gokyo | teknik kuncian kelima |
| gomen nasai | mohon maaf |
| gotai | tubuh yang keras / kaku, latihan yang statis, bandingkan dengan gotai, ryutai dan kinagare |
| gyaku | berkebalikan, berlawanan |
| gyakuhanmi | posisi berdiri terhadap lawan, kaki depan berlawanan kiri dan kanan, bandingkan dengan aihanmi |
| gyakuhanmi katatedori | pegangan pada pergelangan tangan, kanan dipegang kiri atau sebaliknya, bandingkan dengan aihanmi katatedori |
| gyakutsuki | serangan dengan posisi tangan dan kaki berlawanan, bandingkan dengan oitsuki |
| H | |
| hachi | delapan |
| hai | ya |
| hajime | mulai |
| hakama | celana trasional, digunakan di aikido |
| handachi | berdiri |
| hanmi | setengah badan |
| hanmi gamae | posisi berdiri siaga |
| hanmi handachiwaza | teknik pertarungan pada posisi duduk melawan berdiri |
| hanshi | gelar di kendo, dari Dan 8 ke atas |
| hantai | melawan |
| happo | delapan arah, bandingkan dengan shiho |
| hara | perut |
| harai / barai | gerakan sapuan / tangkisan |
| harakiri | menusuk perut sendiri, ritual bunuh diri, disebut juga seppuku |
| hassogaeshi | salah satu teknik penggunaan tongkat kayu |
| hasso gamae | posisi siaga dengan senjata berada setinggi bahu |
| henkawaza | teknik pergantian, variasi pada teknik dasar |
| hidari | kiri |
| hiji | sikut |
| hijidori | pegangan pada sikut |
| hijikimeosae | salah satu teknik kuncian, sering disebut juga dengan rokkyo |
| hiki | menarik |
| hineri | memelintir |
| hito e mi | mengecilkan badan, posisi siaga dengan sudut pandang lebih luas dibanding hanmi |
| hiza | lutut, dengkul |
| ho | metode, cara |
| ho | arah, sisi |
| hombu | markas, pusat |
| Hombu dojo | dojo pusat, istilah untuk dojo pusat Aikido di Tokyo |
| I | |
| iaido | seni permainan pedang Jepang |
| iaito | pedang untuk latihan, tidak tajam |
| ichi | satu |
| ichiban | pertama, terbaik |
| iie | tidak |
| iki | tekad, semangat |
| ikkajo | terminologi lama dari ikkyo |
| ikkyo | teknik kuncian pertama |
| ikkyo undo | gerakan dasar ikkyo |
| in | sama artinya dengan yin (Cina), bandingkan dengan yo |
| ippon | satu nilai |
| ipponken | serangan dengan satu bukujari |
| irimi | gerakan masuk |
| iriminage | lemparan ke dalam, teknik lemparan |
| Iwama | kota di Jepang dimana O Sensei memiliki rumah dan dojo |
| Iwama ryu | gaya aikido Saito sensei |
| J | |
| jiyuwaza | latihan bebas |
| jo | tongkat kayu, panjangnya 127,5 sentimeter |
| jo awase | latihan penggunaan jo |
| jodan | tinggi, atas, bandingkan dengan chudan dan gedan |
| jodan kamae | posisi siaga dimana senjata berada di atas kepala |
| jodan tsuki | tusukan ke arah kepala |
| jodanuke | tangkisan atas |
| jodo | gerakan tongkat |
| jodori | pertahanan melawan tongkat |
| jokyusha | murid tingkat menengah, dengan tingkat kyu yang lebih tinggi, bandingkan dengan chukyusha |
| ju | sepuluh |
| ju | lembut |
| judo | cara / gerakan yang lembut, atau jalan menuju kelembutan |
| jujigarami / jujinage | lemparan dengan tangan menyilang |
| jujutsu | seni yang lembut |
| jumbitaiso | senam pemanasan, disebut juga aikitaiso |
| juntsuki | serangan dengan posisi tangan dan kaki sama di depan, disebut juga oitsuki, bandingkan dengan gyakutsuki |
| jutai | tubuh yang lentur, latihan yang lembut, bandingkan dengan gotai, ryutai dan kinagare |
| jutsu | teknik / seni |
| K | |
| kaeshi / gaeshi | berputar, berbalik |
| kaeshitsuki | serangan berbalik menggunakan tongkat |
| kaeshiwaza | teknik serangan balik |
| kagami biraki | perayaan Tahun Baru Jepang, setiap tanggal 11 Januari |
| kai | klub, asosiasi |
| kaiso | pendiri |
| kaitennage | lemparan memutar, teknik lemparan |
| kaitenosae | teknik kuncian memutar |
| kakaedori | memeluk, merangkul |
| kakarigeiko | serangan dalam satu garis lurus, bergiliran satu per satu |
| kakudo | sudut pandang |
| kamae / gamae | posisi siaga, kuda-kuda dalam aikido |
| kami | ke-esa-an, kekudusan |
| kamiza | tempat terhormat di dojo, bandingkan dengan shomen dan shinzen |
| kampai | sorak sorai |
| kan | intuisi, perasaan |
| kangeiko | latihan di musim dingin |
| kanji | tulisan huruf Cina |
| kanren | terkait, terhubung |
| kanrenwaza | teknik yang saling terkait, satu teknik diikuti teknik lainnya, bandingkan dengan renzokuwaza |
| kansetsu | sendi tubuh |
| karatedo | cara bertarung tangan kosong |
| kata | bentuk, gerakan dasar |
| kata | pundak, bahu |
| katadori | pegangan pada bahu |
| katadori menuchi | pegangan pada bahu diikuti dengan serangan shomenuchi |
| katamewaza | teknik kuncian |
| katana | pedang Jepang, disebut juga ken, to, dan tachi |
| katate | teknik satu tangan |
| katatedori | teknik pegangan pada satu tangan |
| katate ryotedori | pengangan pada kedua tangan, disebut juga morotedori |
| keiko / geiko | latihan |
| keikogi | pakaian untuk latihan, disebut juga dogi |
| ken | pedang Jepang, disebut juga katana, to, dan tachi |
| kendo | anggar Jepang |
| ki | spirit, semangat, energi hidup |
| kiai | membangkitkan ki, biasanya berupa teriakan |
| kihon | dasar |
| kihonwaza | teknik dasar |
| kikai | daerah pusat ki di tengah bagian badan |
| kime | pemusatan pikiran |
| kimusubi | mengikatkan ki pada ki lawan |
| kinagare / ki no nagare | mengalirkan ki, latihan mengalirkan, bandingkan dengan gotai, jutai, dan ryutai |
| kiri / giri | gerakan memotong |
| kirikaeshi | gerakan momotong / menebas pada latihan pedang |
| koan | teka-teki dalam zen |
| kobudo | budo kuno |
| kogeki | serangan |
| kogekiho | teknik menyerang |
| kohai | yunior, bandingkan dengan sempai |
| kokoro | hati, keinginan, pikiran, juga disebut dengan shin |
| kokyu | napas |
| kokyuho | latihan pernapasan, teknik lemparan |
| kokyunage | lemparan menggunakan pengaturan napas |
| kokyu ryoku | kekuatan pengaturan napas |
| kosa | menyilang |
| kosadori | pegangan menyilang, sama dengan aihanmi katatedori |
| koshi | pinggul |
| koshinage | lemparan menggunakan pinggul |
| kote | pergelangan tangan |
| kotegaeshi | membalik pergelangan tangan, teknik lemparan |
| kotehineri | memutar pergelangantangan, sankyo |
| kotemawashi | memelintir pergelangan tangan, nikyo |
| ku | sembilan |
| ku | kekosongan |
| kubi | leher |
| kubishime | kuncian di leher |
| kuden | tradisi pengajaran ucap |
| kumi | grup, kelompok |
| kumijo | latihan penggunaan tongkat kayu, tongkat lawan tongkat |
| kumitachi | latihan penggunaan pedang kayu, pedang lawan pedang |
| kumite | pertarungan tangan kosong |
| kumiuchi | gulat kuno Jepang dengan menggunakan persejataan lengkap |
| kuzushi | memecah keseimbangan lawan |
| kyo | belajar prinsip, dasar |
| kyoshi | gelar di kendo, Dan 6-7 |
| kyu | tingkatan sebelum sabuk hitam, bandingkan dengan Dan |
| L | |
| (L tidak digunakan dalam bahasa Jepang) | |
| M | |
| ma | jarak dengan lawan |
| ma-ai | jarak yang harmonis dengan lawan |
| mae | depan, ke depan, bandingkan dengan ushiro |
| maegeri | tendangan lurus ke depan |
| mae ukemi | jatuhan bergulir ke depan |
| makiwara | target untuk latihan memukul di karate |
| maru | lingkaran |
| mawashi | membalik, memutar |
| mawashigeri | tendangan memutar |
| mawate | membalik |
| me | mata |
| men | kepala |
| michi | jalan, disebut juga do |
| migi | kanan |
| misogi | menyucikan, pembersihan, pemurnian |
| mochi | pegangan, disebut juga dori |
| mochikata | serangan dengan memegang / mencengkeram |
| mo ikkai | lakukan lagi |
| mokuso | meditasi, disebut juga zazen |
| moro | keduanya |
| morotedori | pegangan pada kedua tangan, disebut juga katate ryotedori |
| mu | tidak ada, kosong |
| mushin | pikiran yang kosong |
| mudansha | tingkat menengah sebelum Dan, bandingkan dengan yudansha |
| mune | dada |
| munedori | cengkeraman pada kerah baju bagian dada |
| musubi | terikat menjadi satu |
| N | |
| nagare | mengalir |
| nage | lemparan, juga digunakan sebagai sebutan untuk orang yang melaksanakan teknik aikido, bandingkan dengan tori |
| nagewaza | teknik melempar |
| naginata | tombak Jepang |
| nakaima | disini dan sekarang |
| nana | tujuh, padanan katanya adalah shichi |
| nen | kesucian, kemurnian pikiran |
| ni | dua |
| Nihon / Nippon | Jepang |
| nikajo | terminologi lama dari nikyo |
| nikyo | teknik kuncian kedua |
| nin | orang |
| ninindori | bertarung melawan dua orang penyerang sekaligus, disebut juga futaridori / futarigake |
| ninja | pesuruh, mata-mata di Jepang |
| noto | memasukkan pedang ke dalam sarungnya |
| nuki | menarik pedang dari sarungnya, disebut juga batto |
| nukite | menyerang dengan jari |
| O | |
| o | besar, disebut juga dai |
| obi | sabuk |
| ocha | teh |
| oitsuki | serangan dengan posisi tangan dan kaki sama di depan, disebut juga jontsuki, bandingkan dengan gyakutsuki |
| omote | depan, permukaan, bandingkan dengan ura |
| Omotokyo | aliran kepercayaan shinto |
| onegai shimasu | mohon, memohon sesuatu |
| osae | menekan ke bawah, plintiran |
| osensei | guru besar, di aikido adalah Morihei Ueshiba |
| otagai ni rei | saling hormat membungkuk |
| otoshi | jatuhan |
| oyowaza | teknik terapan, dimodifikasi untuk efisiensi |
| P | |
| (P sangat jarang digunakan dalam bahasa Jepang) | |
| Q | |
| (Q tidak digunakan dalam bahasa Jepang) | |
| R | |
| randori | latihan bebas |
| rei | hormat membungkuk |
| reigi | etiket, sopan santun, disebut juga reishiki |
| renshi | gelar dalam kendo, Dan 4-6 |
| renshu | latihan |
| renzoku | berkelanjutan, terus menerus |
| renzoku uchikomi | salah satu teknik penggunan tongkat |
| renzokuwaza | latihan berurutan, teknik yang berurutan |
| ritsurei | hormat membungkuk dalam posisi berdiri |
| rokkyo | teknik kuncian keenam, lihat juga hijikime osae |
| roku | enam |
| ryo | keduanya |
| ryotedori | genggaman pada kedua tangan |
| ryu | sekolah |
| ryutai | tubuh yang bergerak mengalir, bandingkan dengan gotai, jutai, dan kinagare |
| S | |
| sabaki | gerakan |
| sake | arak Jepang |
| samurai | untuk melindungi, kelompok ksatria Jepang |
| san | tiga |
| sankajo | terminologi lama dari sankyo |
| sankaku | segitiga |
| sankakutai | bentuk segitiga, posisi kaki dalam posisi siaga |
| sankyo | teknik kuncian ketiga |
| sannindori / sanningake | serangan dilakukan oleh tiga orang |
| sanpo | tiga arah |
| satori | pencerahan dalam zen |
| saya | sarung pedang |
| seika no itten | pusat tubuh, titik di bawah pusar, bandingkan dengan tanden |
| seiki | semangat hidup |
| seiza | cara duduk berlutut dalam aikido |
| sempai | murid senior, bandingkan dengan kohai |
| sen no sen | melakukan serangan terlebih dahulu sebelum diserang |
| sensei | guru, pengajar, instruktur |
| sensen no sen | serangan pendahuluan, inisiatif serangan |
| seppuku | menusuk perut sendiri, ritual bunuhdiri, disebut juga harakiri |
| shi | empat, padanan katanya adalah yon |
| shiai | kompetisi, pertandingan |
| shiatsu | pijat |
| shichi | tujuh, padanan katanya adalah nana |
| shidoin | instruktur, pelatih, Dan 4-5, bandingkan dengan fukushidoin dan shihan |
| shihan | instruktur pakar, tingkat tertinggi guru aikido, dan 6 ke atas, bandingkan dengan fukushidoin dan shidoin |
| shiho | empat arah |
| shihonage | lemparan empat arah, teknik lemparan |
| shikaku | bujur sangkar |
| shikaku | sudut mati |
| shiki | keberanian, keteguhan hati |
| shikko | berjalan menggunakan lutut |
| shime | kuncian |
| shin | hati, niat, pikiran, padanan katanya adalah kokoro |
| shinai | pedang bambu dalam kendo |
| shinken | pedang tajam dari Jepang |
| shinto | jalan para dewa, aliran kepercayaan Jepang |
| shinzen | singgasana para dewa, di dalam dojo posisinya paling ujung dari pintu masuk, bandingkan dengan kamiza dan shomen |
| shisei | postur, posisi tubuh |
| shite | orang yang diserang, orang yang bertahan di aikido, disebut juga tori atau nage |
| shizentai | postur / posisi tubuh yang natural / alami |
| sho | pertama, permulaan |
| shodan | Dan tingkat satu |
| shodo | kaligrafi Jepang |
| shomen | kepala bagian depan |
| shomen | ruangan utama di dojo, bandingkan dengan shinzen dan kamiza |
| shomen ni rei | hormat membungkuk kepada ruangan utama di dojo |
| shomenuchi | tebasan ke arah kepala bagian depan dari atas ke bawah |
| shoshinsha | pemula |
| shuto | serangan dengan punggung tangan |
| sode | lengan baju |
| sodedori | pegangan pada lengan baju |
| sodeguchidori | pegangan pada manset lengan baju |
| soto | sisi luar, bandingkan dengan uchi |
| sotodeshi | murid yang tinggal di luar dojo, bandingkan dengan uchideshi |
| sotokaiten | memutar ke arah luar, bandingkan dengan uchikaiten |
| sotouke | menangkis dari luar, bandingkan dengan uchiuke |
| suburi | latihan dasar menggunakan pedang atau tongkat |
| suki | pembukaan |
| sumi | sudut |
| sumikiri | ketajaman tubuh dan pikiran |
| sumimasen | mohon maaf |
| sumo | gulat tradisional Jepang |
| suri | goresan, guratan |
| sutemiwaza | teknik merusak keseimbangan lawan |
| suwariwaza | teknik bertarung pada posisi duduk, disebut juga suwate |
| suwate | teknik bertarung pada posisi duduk, disebut juga suwariwaza |
| T | |
| tachi | pedang, juga disebut to, ken, dan katana |
| tachi | posisi berdiri |
| tachidori | bertahan melawan pedang |
| tachiwaza | berlatih teknik pada posisi berdiri |
| tai | badan, tubuh |
| taijutsu | teknik terkait dengan badan, teknik tangan kosong |
| tai no henko | perputaran badan, disebut juga tai no tenkan |
| tai no tenkan | perputaran badan, disebut juga tai no henko |
| taisabaki | pergerakan badan, elakan badan dalam aikido |
| taiso | senam, pemanasan |
| takemusu | beladiri yang diramu sendiri |
| takemusu aiki | beladiri yang diramu sendiri dengan tetap berdasar pada aiki |
| tambo | tongkat pendek |
| tameshi | menguji |
| tameshigiri | menguji tebasan dengan pedang |
| tameshiware | menguji pukulan di karate |
| tanden | pusat tubuh, bandingkan dengan seika no itten |
| taninzugake | menghadapi beberapa penyerang |
| tanren | latihan |
| tanto / tanken | pisau |
| tantodori | pertahanan melawan pisau |
| tao / dao | kata dari bahasa Cina, sama artinya dengan do dalam bahasa Jepang |
| tatami | matras |
| tate | berdiri |
| te | tangan |
| tegatana | posisi tangan yang difungsikan sebagai pedang |
| tekubi | pergelangan tangan |
| tekubiosae | menekan pergelangan tangan, yonkyo |
| tenchinage | lemparan langit-bumi, teknik lemparan |
| tenkan | berputar |
| tettsui | pukulan palu |
| to | pedang, disebut juga ken, tachi, dan katana |
| tobigeri | tendangan lompat |
| tobikoshi | jatuh menggunakan pinggul |
| tomauchi | teknik tongkat |
| tori | orang yang diserang, orang yang bertahan di aikido, disebut juga nage atau shite |
| torifune | latihan gerakan mendayung, disebut juga funakogi undo |
| tsuba | pelindung tangan pada pedang |
| tsugiashi | gerakan maju ke depan dimana kaki belakang tidak melewati kaki depan, bandingkan dengan ayumiashi |
| tsuka | gagang pedang |
| tsuki | serangan dengan senjata ataupun tangan kosong, tusukan dalam aikido |
| U | |
| uchi | serangan, pukulan |
| uchi | masuk, dari dalam, bandingkan dengan soto |
| uchideshi | murid yang tinggal di dalam dojo, bandingkan dengan sotodeshi |
| uchikaiten | putaran dari dalam, bandingkan dengan sotokaiten |
| uchikata | bentuk serangan atau pukulan |
| uchikomi | pukulan berulang kali |
| uchiuke | menangkis dari dalam, bandingkan dengan sotouke |
| ude | tangan |
| udekimenage | lemparan dengan tangan terkunci |
| udenobashi | tangan tertekuk, disebut juga gokyo |
| udeosae | tangan diplintir, disebut juga ikkyo |
| uke | orang yang menerima serangan di aikido |
| uke | tangkis, sapu |
| ukemi | jatuhan |
| undo | latihan |
| ura | sisi belakang, sisi sebaliknya, bandingkan dengan omote |
| uraken | serangan dengan tangan bagian belakang |
| ushiro | ke belakang, bandingkan dengan mae |
| ushirogeri | tendangan ke belakang |
| ushiro kiriotoshi | jatuhan dengan memotong bagian belakang, teknik lemparan |
| ushiro ukemi | jatuhan bergulir ke belakang |
| ushirowaza | serangan dari belakang |
| V | |
| (V tidak digunakan dalam bahasa Jepang) | |
| W | |
| waka sensei | guru muda, digunakan dalam aikido bagi penerus Doshu |
| waki | sisi, samping |
| wakizashi | pedang pendek |
| ware | patah, pisah |
| waza | teknik, ketrampilan, metode berlatih |
| X | |
| (X tidak digunakan dalam bahasa Jepang) | |
| Y | |
| yame | berhenti |
| yang | sisi terang, dalam bahasa Jepang disebut yo, bandingkan dengan yin |
| yari | tombak |
| yawara | jujutsu aliran lama |
| yin | sisi gelap, dalam bahasa Jepang disebut in, bandingkan dengan yang |
| yo | bahasa Jepang untuk yang |
| yoko | sisi, samping, horizontal |
| yokogeri | tendangan samping |
| yokogiri | potongan horizontal |
| yokomen | sisi samping kepala |
| yokomenuchi | serangan pada sisi samping kepala |
| yoko ukemi | jatuhan menyamping |
| yon | empat, padanan katanya adalah shi |
| yonkajo | terminologi lama dari yonkyo |
| yonkyo | teknik kuncian keempat |
| yudansha | tingkat Dan, bandingkan dengan mudansha |
| Z | |
| za | duduk |
| zanshin | semangat yang berlanjut, konsentrasi yang berlanjut |
| zarei | duduk membungkuk |
| zazen | meditasi dalam posisi duduk, disebut juga mokuso |
| zen | bentuk aliran buddha |
| zengo | dua arah, gerakan depan belakang |
| zori | sandal, alas kaki |
| Angka | |
| 1 | ichi |
| 2 | ni |
| 3 | san |
| 4 | shi / yon |
| 5 | go |
| 6 | roku |
| 7 | shichi / nana |
| 8 | hachi |
| 9 | ku |
| 10 | ju |
| 20 | ni-ju |
| 21 | ni-ju-ichi |
| 100 | hyaku |
| 1000 | sen |
TAKIOTOSHI NAGARE BUDOKAN
TAKIOTOSHI NAGARE AIKIDO
Takiotoshi = air terjun
Nagare = mengalir
Budokan = tempat berlatih beladiri
Selain sejuk dan terus mengalir, air terjun juga memiliki banyak manfaat antara lain untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup manusia, untuk irigasi, meditasi, terapi fisik, pengobatan, hingga manfaatnya untuk latihan beladiri. Seiring kemajuan teknologi, air terjun juga telah dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik yang memberikan manfaat begitu besar kepada kehidupan umat manusia.
O Sensei dalam Shodo (kaligrafi Jepang) yang ditulisnya mengajarkan murid-muridnya untuk saling berbagi dan bertukar pikiran (sharing knowledge) dalam latihan. Syarat utama untuk bisa berbagi adalah dengan membiarkannya mengalir, tidak hanya dengan sesama manusia tetapi juga dengan alam sehingga tercipta keseimbangan alam (the balance of nature). Pada saat kita berbagi dengan alam maka kita adalah bagian dari alam, dan puncak kesempurnaannya adalah harmoni bersama alam dengan hati yang tenang (kei jo shin).
"Kita tidak bisa melawan alam, tetapi kita bisa berbagi dengannya, dengan membiarkannya mengalir seperti air sungai yang sejuk", tulis oleh O Sensei.
Takiotoshi Nagare adalah sebuah Budokan, sebuah "tempat berlatih seni beladiri Aikido yang mengalir seperti air terjun". Dengan demikian ada sinergi yang kuat diantara masing-masing individu yang ada di dalamnya, baik siswa dengan guru maupun individu dengan individu lainya yang bersifat universal untuk saling memberikan yang terbaik (Bushido) - bushido dengan diri sendiri, bushido dengan orang lain, dan bushido dengan alam.
Sejarah
Fungsi
Tujuan
Menghasilkan sumber daya manusia yang:
Visi
Misi
Motto
Logo/Lambang
Takiotoshi = air terjun
Nagare = mengalir
Budokan = tempat berlatih beladiri
Selain sejuk dan terus mengalir, air terjun juga memiliki banyak manfaat antara lain untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup manusia, untuk irigasi, meditasi, terapi fisik, pengobatan, hingga manfaatnya untuk latihan beladiri. Seiring kemajuan teknologi, air terjun juga telah dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik yang memberikan manfaat begitu besar kepada kehidupan umat manusia.
O Sensei dalam Shodo (kaligrafi Jepang) yang ditulisnya mengajarkan murid-muridnya untuk saling berbagi dan bertukar pikiran (sharing knowledge) dalam latihan. Syarat utama untuk bisa berbagi adalah dengan membiarkannya mengalir, tidak hanya dengan sesama manusia tetapi juga dengan alam sehingga tercipta keseimbangan alam (the balance of nature). Pada saat kita berbagi dengan alam maka kita adalah bagian dari alam, dan puncak kesempurnaannya adalah harmoni bersama alam dengan hati yang tenang (kei jo shin).
"Kita tidak bisa melawan alam, tetapi kita bisa berbagi dengannya, dengan membiarkannya mengalir seperti air sungai yang sejuk", tulis oleh O Sensei.
Takiotoshi Nagare adalah sebuah Budokan, sebuah "tempat berlatih seni beladiri Aikido yang mengalir seperti air terjun". Dengan demikian ada sinergi yang kuat diantara masing-masing individu yang ada di dalamnya, baik siswa dengan guru maupun individu dengan individu lainya yang bersifat universal untuk saling memberikan yang terbaik (Bushido) - bushido dengan diri sendiri, bushido dengan orang lain, dan bushido dengan alam.
Sejarah
- Takiotoshi Nagare Budokan adalah Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Seni Beladiri Aikido, didirikan di Jakarta pada tanggal 21 Agustus 2006 oleh Sensei Mury Trisnurizki dan Sensei Wayan Ary Mudhita.
Fungsi
- Melaksanakan dan mengembangkan pendidikan dan pelatihan Aikido sebagai salah satu bidang olahraga dan kesenian.
- Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.
- Melaksanakan pembinaan kesehatan fisik, mental, dan spiritual dalam hubungannya dengan lingkungan.
Tujuan
Menghasilkan sumber daya manusia yang:
- Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berbudaya, memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan, berdaya saing, serta memiliki keunggulan pengetahuan dan kemampuan.
- Menguasai dasar-dasar ilmiah dan ketrampilan Aikido sehingga mampu menemukan, memahami, menjelaskan, dan merumuskan manfaatnya.
- Mampu menerapkan ketrampilan dan keunggulan yang dimilikinya dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat dengan sikap dan perilaku yang sesuai dengan tata kehidupan bersama.
- Mampu mengikuti perkembangan beladiri Aikido secara global dan konsisten.
Visi
- Menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan Aikido yang memiliki komitmen terhadap keunggulan.
Misi
- Menyelenggarakan proses pendidikan dan pelatihan Aikido untuk menghasilkan manusia yang berkualitas, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkemampuan profesional, sehingga mampu berperanan dan bermakna di segala aspek kehidupan masyarakat.
- Mengembangkan dan menyebarluaskan Aikido, serta mengupayakan pemanfaatannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat secara nyata.
- Memberikan pelajaran secara sistematis, bertanggung jawab, dan berencana.
Motto
- "Sharing with Knowledge, Spirit, and Harmony" atau "Berbagi Ilmu, Semangat, dan Kebersamaan"
Logo/Lambang
- Lambang Takiotoshi Nagare Budokan berbentuk kotak, mengambil simbol dari lambang Shinsengumi dengan warna dasar hitam, tulisan kanji Aikido berwarna merah di sisi kiri, dihiasi corak tiga buah segitiga berwarna putih di sisi kanan,orang-orang di jepang mengenal patern ini dengan sebutan Dandara Moyou. Shinsengumi adalah kumpulan Samurai terbaik yang dimiliki Tokugawa. Pada akhir masa Tokugawa, Shinsengumi masih dikenal sebagai kumpulan Samurai yang tetap mempertahankan tradisi lama sebagai identitas Samurai Jepang. Tulisan kanji Aikido berwarna merah melambangkan berdirinya Takiotoshi Nagare Budokan sebagai sebuah dedikasi, komitmen, dan kerja keras, akan dipertahankan dan dilestarikan meski harus mengorbankan darah dan air mata.
Subscribe to:
Posts (Atom)