Wednesday, December 29, 2010

TEKNIK PRESENTASI

Assalamualaikum..

Yyaapp seperti yang saya bilang kita akan sharing lagi tapi kali ini dengan pembahasan yang berbeda yaitu TEKNIK PRESENTASI kita mulai aja.

Bagaimana sih Agar Presentasi menarik?

Presentasi merupakan bagian dari proses belajar mengajar. Guru yang baik harus memahami bagaimana agar materi dapat diterima oleh peserta didik secara efektif dan efisien. Untuk itu seorang guru harus mengatahui teknik presentasi yang baik. Untuk membuat dan menyajikan presentasi yang bagus dan menarik, ada beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan, yaitu :

• Pemilihan aplikasi pembuatan presentasi
• Perencanaan materi presentasi
• Penguasaan aspek teknis
• Teknik penyajian presentasi

Pemilihan Aplikasi Pembuatan Presentasi
Dewasa ini, aplikasi pembuatan presentasi terbagi dalam beberapa kategori. Perbedaan utama yang dimiliki masing-masing jenis aplikasi umumnya terletak pada output file yang dihasilkan dan media penyajian presentasi yang diakomodasi oleh aplikasi terkait. Kategori jenis, output file, dan media penyajian presentasi antara lain meliputi :

Aplikasi Office
Penggunaan aplikasi office disarankan bagi pembuatan dokumen presentasi secara cepat dan praktis, dengan materi presentasi yang singkat dan ringkas. Integritas aplikasi office memungkinkan penyajian grafik, tabel, dan data dapat dilakukan secara mudah. Fleksibilitas penyajian output file sangat tinggi, mengingat secara umum setiap komputer memiliki aplikasi office di dalamnya. Microsoft PowerPoint merupakan contoh aplikasi yang sangat lazim digunakan untuk kebutuhan ini.

Aplikasi Multimedia
Penggunaan aplikasi multimedia disarankan bagi pembuatan dokumen presentasi yang interaktif, otomatis, dan berdaya tarik. Penggunaan efek, animasi, objek grafis, serta materi audio dan video menjadi lebih optimal jika dirangkai melalui aplikasi jenis ini. Flesibilitas penyajian output presentasi sedikit terbatas. Umumnya output file yang dihasilkan memerlukan aplikasi bantu tertentu untuk menunjang penyajiannya. Hal ini dapat diatasi penyaji dengan selalu menyiapkan source player multimedia pada kemasan modul presentasinya. Macromedia Flash, merupakan contoh aplikasi yang lazim digunakan untuk kebutuhan ini.


Aplikasi Dokumentasi
Penggunaan aplikasi dokumentasi disarankan bagi pembuatan dokumen presentasi dengan materi detail dan komprehensif. Aplikasi jenis ini mampu mempertahankan konsistensi presisi tampilan dan menyediakan fasilitas proteksi pada content dokumen.

Fleksibilitas penyajian output file sangat tinggi, bahkan bersifat multi platform (dapat diakses dari berbagai sistem operasi). Selain itu, output file dapat dipertukarkan dan disajikan secara aman melalui beberapa metode (misalnya via internet). Tool PDF Maker seperti Adobe Acrobat, atau HTML Editor seperti Microsoft FrontPage merupakan beberapa alternatif aplikasi yang dapat Anda gunakan.
Berdasarkan output dan media presentasi yang didukung oleh jenis aplikasi presentasi di atas, Anda dapat memperkirakan aplikasi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan pembuatan dokumen presentasi Anda.

Perencanaan Materi Presentasi
Perencanaan dokumen presentasi merupakan hal paling mendasar yang perlu Anda persiapkan. Beberapa di antaranya adalah :
Tentukan Tema dan Tujuan secara Spesifik
Meskipun Anda dimungkinkan menyusun satu dokumen presentasi dengan kandungan yang sangat komprehensif untuk berbagai keperluan, namun hal ini tidak disarankan. Pastikan Anda memiliki dokumen presentasi tersendiri dengan tema, tujuan dan misi, serta target audience penyajian presentasi yang spesifik.

Susun Kerangka Materi Presentasi
Ibarat merencanakan sebuah karya tulis yang dituangkan dalam sebuah kerangka karangan, maka presentasi yang baik juga harus memiliki kerangka materi yang dituangkan dalam poin-poin presentasi. Susun poin-poin utama presentasi, estimasikan jumlah dan koherensi slide-slide Anda, temasuk pertimbangan perlunya referensi-referensi pendukung.

Kumpulkan Materi Utama dan Pendukung
Pengumpulan materi dapat Anda persiapkan dari awal. Anda dapat mulai merangkum sumber-sumber materi yang akan Anda tuangkan. Pilih koleksi file gambar, audio, atau video sebagai objek pendukung. Siapkan tabel, grafik, dan data pendukung jika diperlukan.

Tentukan Aplikasi Pembuat Presentasi yang Tepat
Berdasarkan perencanaan, kerangka, dan kumpulan materi yang telah Anda siapkan di awal, maka Anda dapat memilih aplikasi pembuat presentasi yang tepat bagi penuangan materi presentasi Anda. Baca kembali tip pada bagian awal untuk memastikannya.

Manfaatkan Aplikasi Penunjang
Inovasi di bidang perangkat lunak dewasa ini sangat beragam. Anda dapat memanfaatkan aplikasi tertentu untuk keperluan tertentu. Pada dasarnya, output akhir yang Anda persiapkan melalui aplikasi penunjang selalu dapat Anda integrasikan ke dalam slide presentasi. Di samping memanfaatkan aplikasi penunjang bagi penyusunan materi, Anda sebaiknya juga melengkapi diri dengan berbagai aplikasi bantu bagi penyajian presentasi.

Tentukan Output Sesuai dengan Kebutuhan
Tentukan output akhir presentasi Anda berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang telah diulas di bagian awal. Jika memungkinkan, pilih output akhir yang paling fleksibel, sehingga Anda mudah menyajikan, mengekspor, atau mengonversikan formatnya ke dalam output lainnya jika diperlukan.

Penguasaan Aspek Teknis
Selain menguasai aspek pembuatan sebuah dokumen presentasi melalui aplikasi tertentu, akan lebih ideal jika Anda juga memahami berbagai hal berkaitan dengan aspek teknis seputar penyajian presentasi. Beberapa di antaranya adalah tentang perangkat-perangkat yang diperlukan dalam menyajikan sebuah presentasi, perangkat pendukung yang dapat Anda pilih, serta teknik-teknik penggunaannya. Beberapa hal yang sebaiknya Anda pahami atara lain :
Pemilihan Perangkat Komputer
Peran komputer penyaji sangat dominan bagi kelancaran sebuah sesi presentasi. Pertimbangan pemilihan perangkat komputer antara lain mengenai spesifikasi teknis komputer, jenis atau tipe komputer, kelengkapan perangkat teknologi yang terpasang, serta sistem operasi dan aplikasi penunjang yang ada di dalamnya.

Pemilihan Media Simpan
Media simpan tidak hanya terbatas pada harddisk yang ada di dalam PC Anda. Pertimbangkan segi portabilitas, flesibilitas, dan mobilitas media simpan bagi dokumen presentasi Anda. Pertimbangkan pemakaian keping optical disk, USB Flash Memory, atau bahkan server jaringan atau hosting internet.

Pemilihan Perangkat Display
Perangkat display presentasi tidak hanya terbatas pada OHP. Pertimbangkan penggunaan LCD Projector, DLP Projector, atau Dual / Multi Monitor untuk berpresentasi. Tentukan juga jenis screen yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.


Pemilihan Perangkat Pendukung
Sound system yang memadai adalah syarat mutlak bagi penyajian presentasi. Tentukan jenis perangkat sound system yang fleksibel namun berkemampuan optimal. Pertimbangkan juga pemakaian laser pointer untuk mendampingi sesi presentasi Anda. Sediakan camera pada ruang presentasi untuk keperluan dokumentasi Anda, terlebih jika Anda ingin mendistribusikan kembali moment-moment presentasi yang cukup penting untuk kolega Anda.

Teknik Penyajian Presentasi
Sebagus apapun materi presentasi Anda, selengkap apapun perangkat presentasi yang tersedia, semua akan sia-sia jika teknik penyajian presentasi Anda tidak menarik. Beberapa tip yang kami berikan antara lain :
Kuasai Teknik-teknik Penyajian Presentasi
Temukan teknik-teknik tertentu, seperti bagaimana menyajkan presentasi melalui beberapa monitor, bagaimana menyembunyikan sajian slide secara temporer untuk mengalihkan perhatian audience dari screen ke pembicaraan Anda, termasuk bagaimana mengemas slide presentasi agar dapat berjalan secara otomatis atau dapat diakses via internet.

Simulasikan Presentasi Anda Sesering Mungkin
Jika perlu, gunakan fasilitas Timer yang tersedia pada aplikasi penyaji presentasi untuk memastikan ketepatan waktu pemaparan setiap slide presentasi Anda.

Lengkapi Sajian Presentasi dengan Materi Tambahan
Anda dapat mencetak dan mendistribusikan lembar handout, membagikan CD materi presentasi, atau bahkan menyertakan materi pendukung bagi audience. Hal ini dapat meminimalkan pecahnya perhatian audience karena harus mencatat poin-poin dan paparan Anda, menghindari tidak tertangkapnya sebagian materi presentasi yang Anda sajikan, dan tentunya menjadi salah satu media penyebaran bagi visi dan misi penyajian presentasi Anda.

Allhamdulillah akhirnya selesei juga pembahasan tentang TEKNIK PRESENTASI ini mudah-mudahan bias bermanfaat bagi kalian semua yang kurang dalam melakukan presentasi sebelumnya. Terimakasih.
Assalamualaikum.

MANAGEMEN DIRI

Assalamualaikum..

Yyaapp kembali lagi pada sharing kita yang berikut nya buat para pengobrak – ngabrik blog orang sekarang gw akan ngebahas 2 pembahasan sekaligus yang pertama itu adalah MANAGEMEN DIRI yak kita mulai aja dari pengertiannya, Apa itu manajemen diri? Secara sederhana, manajemen —merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka, 2001)— memiliki dua arti, yaitu; (1) penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran; dan (2) pimpinan yang bertanggungjawab atas jalannnya perusahaan dan organisasi. Dalam kajian kita saat ini, arti pertama yang relevan dan perlu kita eksplorasi lebih lanjut.
Selanjutnya, apa arti “diri” atau “saya”? Apakah yang kita sebut “diri” itu adalah akumulatif dari pikiran kita, seperti yang dikatakan David J. Schwarz bahwa “Kita adalah apa yang kita pikirkan tentang diri kita”, atau jargon yang diucapkan oleh Rene Descartes, “Saya berpikir, maka saya ada”? Apakah diri itu adalah apa yang kita rasakan, seperti yang dinyatakan Andre Gide, “Saya merasa, maka saya ada”? Apakah diri itu adalah perbuatan; tindakan; kebiasaan kita, seperti ucapan Albert Camus, “Saya memberontak, maka itulah saya”, atau pernyataan Aristoteles, “Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang.” Atau, ungkapan Nurcholis Madjid, “Aku berbuat, maka aku ada”? Apakah diri itu gabungan dari pikiran dan perasaan kita, sebagaimana dalam konsep “ego” Muhammad Iqbal, bahwa ego (diri) adalah suatu kesatuan perasaan-perasaan —mental— kehidupan personal dan merupakan bagian dari sistim pemikiran. Dan, apakah diri itu adalah gabungan dari semua itu? Wallâhu a’lâmu.

Kata “diri” (anfûs) —jamak dari nafsun— dalam Al-Quran banyak maknanya, diantaranya: rûh (nyawa), dhamîr (hati nurani), jinsun (jenis), dan syahshiyah (pribadi) atau “totalitas manusia” dimana terpadu jiwa-raga manusia. Nah, makna yang terakhirlah yang kita maksud dengan “diri” itu. Yang kita sebut diri, pribadi, individu, adalah totalitas manusia sebagai perpaduan dari jasad dan ruhani, fisik yang bisa kita lihat dan sesuatu yang tak terlihat yang menggerakan fisik (hati; pikiran; jiwa). Diri adalah totalitas dari pemikiran, keinginan, dan gerakan kita dalam ruang dan waktu. Dengan kata lain, perpaduan antara intelektual, emosional, spiritual, dan fisik.
Berangkat dari makna dua kata —“manajemen” dan “diri”— di atas, maka manajemen diri —yang saya maksud— adalah sebuah proses merubah “totalitas diri” —intelektual, emosional, spiritual, dan fisik— kita agar apa yang kita inginkan (sasaran) tercapai.

Manajemen diri (self management) merupakan istilah yang sangat populer saat ini. Banyak seminar, training, maupun tulisan yang mengupas subyek ini karena memang diperlukan bagi mereka yang berada di lingkungan profesional maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Pada dasarnya manajemen diri merupakan pengendalian diri terhadap pikiran, ucapan, dan perbuatan yang dilakukan, sehingga mendorong pada penghindaran diri terhadap hal-hal yang tidak baik dan peningkatan perbuatan yang baik dan benar.

Manajemen diri juga menuju pada konsistensi dan keselarasan pikiran, ucapan dan perbuatan sehingga apa yang dipikirkan sama dan sejalan dengan apa yang diucapkan dan diperbuat. Integritas seperti inilah yang diharapkan akan timbul dalam diri para praktisi manajemen diri.

Sebelum bisa memiliki pikiran-ucapan-perbuatan baik, terlebih dahulu seseorang harus memiliki pemahaman dan pengertian yang benar.


Jadi urutan yang benar adalah :

Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran benar ==> ucapan benar ==>perbuatan benar.

Akan tetapi walaupun punya pemahaman terhadap kebaikan dan ketidakbaikan, belum tentu pikiran seseorang mampu diarahkan terus-menerus terhadap kebaikan. Dan walaupun seandainya pikiran seseorang sudah didominasi oleh kebaikan, belum menjamin bahwa ucapannya selalu sejalan dengan pikiran baik ini. Demikian pula tidak ada garansi bahwa perbuatannya secara fisik merefleksikan sepenuhnya pikiran yang baik ini.

Sebagai contoh, apapun latar belakang, umur, jenis kelamin, pendidikan, suku dan lain sebagainya, umumnya kita setuju bahwa olah raga dengan frekuensi dan dosis yang tepat, dapat menjaga kebugaran, daya tahan dan kesehatan seseorang. Pemahaman ini menuntun pada pikiran yang baik bahwa olah raga penting bagi kesehatan.

Pemahaman dan pikiran tentang kebaikan olah raga ini lebih mudah sejalan dengan ucapan. Sewaktu menasihati orang lain, dengan mudah kita menjelaskan pentingnya berolah raga secara teratur. Akan tetapi sewaktu harus praktek langsung, banyak di antara kita akan memunculkan berbagai alasan untuk mendukung dan memberikan pembenaran mengapa diri kita sendiri jarang atau bahkan tidak sama sekali berolah raga. Mulai dari alasan sibuk bekerja, waktunya belum tepat, tidak ada sarana, dan lain-lain.

Ini menjelaskan mengapa banyak orang yang tidak atau belum sukses padahal begitu banyak kiat, taktik, strategi, dan metode sukses diajarkan melalui buku, kaset, seminar dan lain-lain. Banyak di antara kita hafal di 'luar kepala' dan mampu dengan cepat menyebutkan persyaratan untuk bisa sukses, mulai dari berdisiplin tinggi, tepat waktu, punya integritas, jujur, fokus pada apa yang sedang dikerjakan, kerja sama team, bertanggung jawab, bekerja keras, tidak mudah putus asa, dan lain sebagainya.

Begitulah, banyak dari kita hanya bermain pada tataran pemahaman dan pikiran, atau paling jauh sampai level ucapan saja. Begitu harus diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari secara disiplin, kita memberikan banyak maaf kepada diri sendiri untuk menunda atau tidak melakukan berbagai kiat, taktik, strategi dan metode sukses tersebut.

Akhirnya sukses terlihat hanya menjadi hak orang lain dan bukan hak kita. Padahal kita sendirilah yang menentukan sukses tidaknya diri kita masing-masing karena setiap orang punya hak untuk sukses, seperti yang dikatakan oleh Bapak Andrie Wongso bahwa " Success is My Right " (sukses adalah hak saya).

Sebenarnya tanpa perlu menjalankan semua persyaratan sukses, masih terbuka lebar kesempatan meraih berbagai keberhasilan dalam hidup kita. Seringkali cukup dengan menjalankan secara disiplin dan konsisten beberapa poin saja di antaranya, maka kita akan menjadi insan-insan yang berbeda dan lebih baik dari mereka-mereka yang hanya berwacana di tataran pikiran dan ucapannya saja (OmDo = Omong Doang, NATO = No Action Talk Only, "Tong Kosong Nyaring Bunyinya").




Dari contoh-contoh di atas dapat diringkas sebagai berikut :

Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran benar ==> ucapan benar ==> perbuatan salah.

Kondisi yang lebih memprihatinkan adalah :

Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran benar ==> ucapan salah ==> perbuatan salah.

Tidak tertutup kemungkinan juga :

Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran salah ==> ucapan salah ==> perbuatan salah.

Dan yang pasti terjadi jika pemahaman/pengertian seseorang tidak benar adalah :

Pemahaman/pengertian salah ==> pikiran salah ==> ucapan salah ==> perbuatan salah.

John C. Maxwell mengatakan bahwa pikiran berlanjut ke ucapan terus ke perbuatan. Jika rangkaian ini terus dilakukan dapat membentuk kebiasaan yang menghasilkan karakter seseorang dan akhirnya menentukan destiny (= nasib)-nya.

Marilah kita mulai menyelaraskan antara pikiran benar, ucapan benar dan perbuatan benar untuk membentuk kebiasaan benar dalam membangun karakter yang benar pula sehingga pada akhirnya kita bisa menuai 'hasil' yang baik dan benar pula dalam semua aspek kehidupan kita.

Yyaaapppp mungkin sampe disini sharing kita tentang MANAGEMEN DIRI abis ini jangan kemana – mana dulu masih ada yang mau saya sharing lagi loh..hehehe..
Assalamualaikum.

Wednesday, November 3, 2010

ASSALAMUALAIKUM


haiii para pengobrak – ngabrik blog org..hehe..yap alhamdulillah ketemu lagi di lain pembahasan disini saya akan coba menjelaskan apa itu komunikasi yang efektif, ya walaupun masih liat di blog org dan searching2..hehe..tp insyaallah mudah - mudahan penjelasan dan beberapa tips di bawah ini berguna buat para blogger skalian.

Yaak kita mulai saja apa itu komunikasi yang efektif?
Komunikasi efektif sangat layak kita perhitungkan dalam membangun karir kita semua. Dengan komunikasi yang baik tentunya akan mendukung segala aktifitas kerja yang kita lakukan. Apalagi bila pekerjaan kita melibatkan berbagai bentuk presentasi, rapat - rapat, lobi - melobi dan lain-lainya. Bidang pekerjaan komunikasi seperti presenter dan sejenisnya sangat ditentukan oleh bagaimana cara kita berkomunikasi dalam menyampaikan sesuatu.

Banyak faktor yang dapat membuat apa yang akan kita sampaikan menjadi lebih berkualitas. Seperti kesiapan mental, penguasaan bahan, kelengkapan sarana pendukung serta hal-hal lainnya. Ada kalanya anda merasa ‘nervous’ (gugup) sehingga untuk mengungkapkan sesuatu anda malah kehilangan percaya diri bahkan pembicaraan jadi berputar – putar dan bisa hilang kendali.

Menurut Thomas Leech dalam bukunya Say it like Shakepeare, ada lima komponen atau unsur penting dalam komunikasi yang harus kita perhatikan yaitu: (1) Pengirim pesan (sender), (2) Pesan yang dikirimkan (message), (3) Bagaimana pesan tersebut dikirimkan (delivery channel atau media), (4) Penerima pesan (receiver), (5) Umpan balik (feedback). Leech menambahkan, bahwa untuk membangun komunikasi yang efektif, setidaknya kita harus menguasai empat keterampilan dasar dalam komunikasi, yaitu membaca-menulis (bahasa tulisan) dan mendengar-berbicara (bahasa lisan). Begitu pentingmya, banyak orang menghabiskan waktunya untuk melakukan,paling tidak,salah satu keempat keterampilan itu.

Nah gw ada beberapa tips niy yg gw liat dari blog seorang praktisi, disini ada 5 yaitu :

1. Gunakan kalimat seefektif mungkin ketika berhadapan dengan lawan bicara kita seperti uraikan isi pembicaraan kita dengan kata – kata atau kalimat yang efektif dan langsung mengena pada sasaran. Hindari mengungkapkan informasi detail yang kurang relevan. Biasanya lawan bicara anda tidak akan peduli dengan informasi yang tidak berhubungan dengan topik pembicaraan. Hindari penggunaan bahasa yang kurang atau tidak dimengerti lawan bicara kita. Dengan kata lain, kenali latar belakang calon pendengar anda.


2. Jangan mengungkapkan pengulangan ipokok bahasan, Jika anda ingin mengungkapkan ide - ide, entah pada teman,bos atau dalam suatu rapat, ketahui lebih dulu apakah ide tersebut sudah pernah diungkapkan oleh yang lain. Jika sudah, lebih baik anda tidak usah mengungkapkannya lagi. Karena biasanya orang tidak akan tertarik mendengarkan pengulangan sebuah ide. Dalam presentasi suatu analisa, usahakan tidak terjadi pengulangan kalimat - kalimat yang merupakan teori ataupun kesimpulan. Aturlah urutan penyampaian agar lebih fokus saat menyampaikannya.


3. Usahakan jangan berbicara terlalu lambat, Tutur kata yang terlalu pelan dan lamban hanya akan membuat lawan bicara kita bosan dan tidak sabar dan bisa jadi lawan bicara kita meninggalkan kita. Lagipula gaya bicara kita yang terlalu pelan akan mengesankan kita ragu - ragu dan tidak percaya diri akan penyampaian pesan yg kita sampaikan. Karena itu bicaralah dengan nada yang optimis dan penuh percaya diri.

Tapi yang patut kita ingat, bukan berarti anda harus berbicara dengan cepat tanpa ritme atau jeda.Tapi kita harus pandai menentukan ritme bicara, dimana harus berbicara dan dimana harus berhenti. Ritme yang tepat dalam berkomunikasi tentunya didapat setelah anda sering melakukan latihan atau pengalaman orasi yang cukup.


4. Hindari gumaman yang terlalu sering,biasa nya orang selalu menggumam yang tidak jelas dan sering kali hanya akan mengganggu pembicaraan kita. Lagipula lawan bicara anda akan merasa cape menunggu kapan pembicaraan kita selesai. Sebisa mungkin meminimalkan atau hilangkan gumaman seperti “ ehmmm…., eeee…., oooo…..", dll. Hal ini juga akan mengurangi respek pendengar kita, karena kita dinilai tidak menguasai materi pembicaraan.

5. Hindari humor yang tidak perlu emang sih terkadang melontarkan humor memang sah - sah saja untuk menyegarkan suasana. namun, kita harus tanggap membaca suasana setelah kita mengungkapkan humor. Apakah lawan bicara kita benar - benar terpancing tertawa atau tertawa tapi dengan terpaksa. Atau bahkan menunjukkan wajah yang terganggu dengan humor kita. Jika lawan bicara kita tidak tertarik dengan humor kita, teruskan pembiraannya kembali, jangan memaksa lawan bicara untuk menertawakan humor kita yang telah gagal.

Mudah – mudahan dengan membaca dan melakukan tips diatas, kita semua dapat berkomunikasi secara lebih efektif sekaligus melatih diri kita menjadi pribadi yang efektif. Ingat keefektifan diperlukan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan atau masalah.

Yah para blogger sekalian mungkin sampe disini saja pembahasan dan obrolan kita semoga tulisan saya ini berguna lagi buat anda – anda sekalian. Dan terima kasih buat praktisi yang saya lupa nama nya yang membantu saya untuk menulis blog ini. SEKIAN

WASSALAMUALAIKUM.

Wednesday, October 27, 2010

NEGOSIASI

ASSALAMUALAIKUM

HHaaaiiii para pengobrak – ngabrik blog kembali lagi bersama saya RAMADHONI DELTA WIJAYA mahasiswa INTERPERSONAL SKILL yg di bimbing oleh ibu YOYOH HEREYAH.
Setelah kemarin saya telah membahas tentang MEMECAHKAN KONFLIK nah sekarang kita coba bahas apa itu NEGOSiASI?
Nah saya mulai aja, Negosiasi adalah sesuatu yang kita lakukan setiap saat dan terjadi hampir di setiap aspek kehidupan kita. Selain itu negosiasi adalah cara yang paling efektif untuk mengatasi dan menyelesaikan konflik atau perbedaan kepentingan. Kita memperoleh apa yang kita inginkan melalui negosiasi. Mulai dari bangun pagi, mungkin kita harus mengambil kesepakatan siapa yang harus pake kamar mandi dahulu. Sama hal nya ketika kita di kampus ato di tempat kerja sekalipun misalnya kita melakukan negosiasi dalam rapat organisasi di kampus negosiasi di saat presentasi, rapat di kantor, dan bahkan untuk menentukan di mana makan siang atau nongkrongk pun harus bernegosiasi dengan teman kampus ato sekerja kita.

Jadi kita semua niy pada dasarnya emang negosiator. Beberapa dari kita melakukannya dengan baik, dan sebagian buruk atau kurang berhasil. dan Sebagian kita hanya menjadi pengikut atau selalu mengikuti dan mengakomodasi kepentingan orang lain. Negosiasi dilakukan oleh semua manusia yang berinteraksi dengan manusia lainnya. Mulai dari bocah sampai orang tua, semua lapisan dari kalangan sosial terbawah sampai dengan kaum terelit sekali pun.

Negosiasi juga bisa membangun relasi yang jauh lebih efektif dan lebih baik dengan siapa saja.
Kita bernegosiasi dengan siapa saja, mulai dari isteri atau suami, anak, orang tua, bos, teman dan relasi bisnis. Dan kegiatan negosiasi kita lakukan setiap saat setiap hari. Negosiasi dapat berupa apa saja seperti gaji kita, harga mobil dan rumah yang kita beli, biaya servis mobil, negoisasi tempat, dan sebagainya.

Negosiasi tuh terjadi ketika kita melihat orang lain memiliki atau menguasai sesuatu yang kita inginkan dan kita butukan. Tapi cuma sekedar menginginkan aja ga cukup. Kita harus melakukan negosiasi untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dari pihak lain yang memilikinya dan yang juga mempunyai keinginan atas sesuatu yang kita miliki. dan agar negosiasi dapat terjadi dengan sukses ato lancar, kita harus juga bersiap untuk memberikan atau merelakan sesuatu yang bernilai yang dapat kita tukar dengan sesuatu yang kita inginkan, seperti sharing profit, dll.

Dalam buku Teach Yourself Negotiating, karangan Phil Baguley, dijelaskan tentang definisi NEGOSIASI yaitu suatu cara untuk menetapkan keputusan yang dapat disepakati dan diterima oleh dua pihak dan menyetujui apa dan bagaimana tindakan yang akan dilakukan di masa mendatang. Sedangkan negosiasi memiliki sejumlah karakteristik utama, yaitu:

1. senantiasa melibatkan orang – baik sebagai individual, perwakilan organisasi atau perusahaan, sendiri atau dalam kelompok;
2. memiliki ancaman terjadinya atau di dalamnya mengandung konflik yang terjadi mulai dari awal sampai terjadi kesepakatan dalam akhir negosiasi;
3. menggunakan cara-cara pertukaran sesuatu –baik berupa tawar menawar (bargain) maupun tukar menukar (barter);
4. hampir selalu berbentuk tatap-muka –yang menggunakan bahasa lisan, gerak tubuh maupun ekspresi wajah;
5. negosiasi biasanya menyangkut hal-hal di masa depan atau sesuatu yang belum terjadi dan kita inginkan terjadi;
6. ujung dari negosiasi adalah adanya kesepakatan yang diambil oleh kedua belah pihak, meskipun kesepakatan itu misalnya kedua belah pihak sepakat untuk tidak sepakat.

Manajemen Konflik
Karena setiap negosiasi memiliki potensi konflik dalam seluruh prosesnya, penting sekali bagi kita untuk memahami cara mengatasi atau menyelesaikan konflik. Untuk menjelaskan berbagai alternatif penyelesaian konflik dipandang dari sudut menang – kalah masing-masing pihak, ada empat kuadran manajemen konflik:

1. Kuadran Kalah-Kalah (Menghindari konflik)
Kuadran keempat ini menjelaskan cara mengatasi konflik dengan menghindari konflik dan mengabaikan masalah yang timbul. Atau bisa berarti bahwa kedua belah pihak tidak sepakat untuk menyelesaikan konflik atau menemukan kesepakatan untuk mengatasi konflik tersebut. Kita tidak memaksakan keinginan kita dan sebaliknya tidak terlalu menginginkan sesuatu yang dimiliki atau dikuasai pihak lain.
Cara ini sebetulnya hanya bisa kita lakukan untuk potensi konflik yang ringan dan tidak terlalu penting. Jadi agar tidak menjadi beban dalam pikiran atau kehidupan kita, sebaiknya memang setiap potensi konflik harus dapat segera diselesaikan.

2. Kuadran Menang-Kalah (Persaingan)
Kuadran kedua ini memastikan bahwa kita memenangkan konflik dan pihak lain kalah. Biasanya kita menggunakan kekuasaan atau pengaruh kita untuk memastikan bahwa dalam konflik tersebut kita yang keluar sebagai pemenangnya. Biasanya pihak yang kalah akan lebih mempersiapkan diri dalam pertemuan berikutnya, sehingga terjadilah suatu suasana persaingan atau kompetisi di antara kedua pihak.
Gaya penyelesaian konflik seperti ini sangat tidak mengenakkan bagi pihak yang merasa terpaksa harus berada dalam posisi kalah, sehingga sebaiknya hanya digunakan dalam keadaan terpaksa yang membutuhkan penyelesaian yang cepat dan tegas.

3. Kuadran Kalah-Menang (Mengakomodasi)
Agak berbeda dengan kuadran kedua, kuadran ketiga yaitu kita kalah – mereka menang ini berarti kita berada dalam posisi mengalah atau mengakomodasi kepentingan pihak lain. Gaya ini kita gunakan untuk menghindari kesulitan atau masalah yang lebih besar. Gaya ini juga merupakan upaya untuk mengurangi tingkat ketegangan akibat dari konflik tersebut atau menciptakan perdamaian yang kita inginkan.
Mengalah dalam hal ini bukan berarti kita kalah, tetapi kita menciptakan suasana untuk memungkinkan penyelesaian yang paripurna terhadap konflik yang timbul antara kedua pihak. Mengalah memiliki esensi kebesaran jiwa dan memberi kesempatan kepada pihak lain untuk juga mau mengakomodasi kepentingan kita sehingga selanjutnya kita bersama bisa menuju ke kuadran pertama.

4. Kuadran Menang-Menang (Kolaborasi)
Kuadran pertama ini disebut dengan gaya manajemen konflik kolaborasi atau bekerja sama. Tujuan kita adalah mengatasi konflik dengan menciptakan penyelesaian melalui konsensus atau kesepakatan bersama yang mengikat semua pihak yang bertikai. Proses ini biasanya yang paling lama memakan waktu karena harus dapat mengakomodasi kedua kepentingan yang biasanya berada di kedua ujung ekstrim satu sama lainnya.
Proses ini memerlukan komitmen yang besar dari kedua pihak untuk menyelesaikannya dan dapat menumbuhkan hubungan jangka panjang yang kokoh . Secara sederhana proses ini dapat dijelaskan bahwa masing-masing pihak memahami dengan sepenuhnya keinginan atau tuntutan pihak lainnya dan berusaha dengan penuh komitmen untuk mencari titik temu kedua kepentingan tersebut.

Negosiasi dengan Hati
Pada dasarnya negosiasi adalah cara bagaimana kita mengenali, mengelola dan mengendalikan emosi kita dan emosi pihak lain. Di sinilah seringkali banyak di antara kita tidak menyadari bahwa negosiasi sebenarnya lebih banyak melibatkan apa yang ada di dalam hati atau jiwa seseorang. Ini seperti gambaran sebuah gunung es, di mana puncak yang kelihatan merupakan hal-hal yang formal, tuntutan yang dinyatakan dengan jelas, kebijakan atau prosedur perusahaan, maupun hubungan atau relasi bisnis yang didasarkan pada hitungan untung rugi.
Sedangkan yang sering dilupakan dalam proses negosiasi adalah hal-hal yang tidak kelihatan, seperti misalnya hasrat, keinginan, perasaan, nilai-nilai maupun keyakinan yang dianut oleh individual yang terlibat dalam konflik atau yang terlibat dalam proses negosiasi. Hal-hal yang di dalam inilah justru seringkali menjadi kunci terciptanya negosiasi yang sukses dan efektif.
Negosiasi sebenarnya melibatkan tiga hal pokok yang kami sebut sebagai Negotiation Triangle, yaitu terdiri dari HEART (yaitu karakter atau apa yang ada di dalam kita yang menjadi dasar dalam kita melakukan negosiasi), HEAD (yaitu metoda atau teknik-teknik yang kita gunakan dalam melakukan negosiasi), HANDS (yaitu kebiasaan-kebiasaan dan perilaku kita dalam melakukan negosiasi yang semakin menunjukkan jam terbang kita menuju keunggulan atau keahlian dalam bernegosiasi).
Jadi sebenarnya tidaklah cukup melakukan negosiasi hanya berdasarkan hal-hal formal, kebijakan dan prosedur, atau teknik-teknik dalam negosiasi. Justru kita perlu menggunakan ketiga komponen tersebut yaitu: karakter, metoda dan perilaku.
Dalam banyak hal, negosiasi justru tidak terselesaikan di meja perundingan atau meja rapat formal, tetapi justru dalam suasana yang lebih informal dan relaks, di mana kedua pihak berbicara dengan hati dan memanfaatkan sisi kemanusiaan pihak lainnya. Karena pada dasarnya selain hal-hal formal yang ada dalam proses negosiasi, setiap manusia memiliki keinginan, hasrat, perasaan, nilai-nilai dan keyakinan yang menjadi dasar bagi setiap langkah pengambilan keputusan yang dilakukannya.

Yah sebagai contoh adalah saya sendiri dimana saya ialah instruktur bela diri (AIKIDO) di mana saya juga butuh tempat untuk mengajar atau benteng atas nama saya jadi mau g mau saya harus mencari tempat yg pas untuk di jadikan tempat latihan aikido seperti tempat fitness (gym), sekolah atau institusi, atau bisa jg sport center asal kan nyaman dan lega bisa saja di jadikan tempat latihan aikido.
Nah setelah di dapat tempatnya saya membuat proposal untuk di ajukan di salah satu tempat yg kita mau setelah itu saya membuat appointment ato janji kepada pengurus/pengelolo tempat tersebut,setelah ketemu di situ saya negosiasi atau bahasa lain nya yg biasa di katakan org2 ialah meloby, yah di situ ngomong macem2 lah ttg penggunaan tempat,profit, dll. Dan satu hal yg penting kita bisa mengenali karakter dan mau si pengelola tempat tersebut serta dalam bahasa kita harus benar – benar di jaga karena salah sedikit aja pasti akan di pertanyakan, dan bila kita ga bisa menjawab atau ga bisa menjelaskan itu bisa saja malah akan membunuh kita sendiri dan kehilangn yg kita ingin kan dan kita butuhkan.
Jadiii, buat para negosiator harap di perhatikan lagi soal tata bahasa dan bicara nya krn buat saya itu yg terpenting dalam ber negoisasi.
Yyyaaappp mungkin cukup sudah sharing kita x ini mudah2an bisa bermanfaat bagi kalian para negosiator muda atau tua sekalipun..hehehe..amin! Mudah2an kita dapet sharing lagi di lain kesempatan dan pembahasan baru lagi yaaa…

ASSALAMUALIKUM WR.WB

Thursday, October 21, 2010

INTERPERSONAL SKILL

MEMECAHKAN KONFLIK

ASSLAMUALLAIKUMM
Hiii kalian yg suka ngobrak - ngabrik blog..hehe..saya disini ingin coba sharing sama lo semua yg baca blog gw, y wlwpun mungkin kurang detail ato jelas ya maklumlah msh kuliah da belajar..hehe..
Jadi gini saya cma mau sharing bagaimana sih cara MEMECAHKAN KONFLIK yg damai dan tentram, ya seperti kalian tau semua org di dunia ini pasti punya konflik dr berbagai hal entah dr di luar diri nya atau di dalam diri nya. Mungkin saya g mw ambil konflik yg universal, kita liat aja diri kita sendiri, di dalam diri kita aja msh bnyk konflik yg terjadi di dalam keluarga, pertemanan, kuliah, organisasi, bahkan g luput jg dalam urusan percintaan. Semua itu aja uda buat otak dan pikiran kita terganggu akibat nya stress lah, kabur dr mslh, mabuk2an. Dan itu semua malah akan menambah konflik atau masalah baru lg.
Tetapi banyak jg kq cara untuk memecahkan konflik atau masalah,ini saya dapatkan setelah saya browsing di internet. menurut saya bagus kok untuk di terapin di setiap konflik kalian mungkin dr beberapa cara tersebut saya uda nerapin dan Alhamdulillah berhasil tp ttp semua nya balik ke diri kita masing - masing.

Ini cara – cara bagaimana memecahkan konflik diantara nya :

Usaha manusia untuk meredakan pertikaian atau konflik dalam mencapai kestabilan dinamakan “akomodasi”. Pihak-pihak yang berkonflik kemudian saling menyesuaikan diri pada keadaan tersebut dengan cara bekerja sama. Bentuk-bentuk akomodasi :





1. Gencatan senjata, yaitu penangguhan permusuhan untuk jangka waktu tertentu, guna melakukan suatu pekerjaan tertentu yang tidak boleh di ganggu. Misalnya : untuk melakukan perawatan bagi yang luka - luka, mengubur yang tewas, atau mengadakan perundingan perdamaian, merayakan hari suci keagamaan, dan lain-lain.

2. Abitrasi, yaitu suatu perselisihan yang langsung di hentikan oleh pihak ketiga yang memberikan keputusan dan di terima serta di taati oleh kedua belah pihak. Kejadian seperti ini terlihat setiap hari dan berulangkali di mana saja dalam masyarakat, bersifat spontan dan informal. Jika pihak ketiga tidak bisa dipilih maka pemerintah biasanya menunjuk pengadilan.

3. Mediasi, yaitu penghentian pertikaian oleh pihak ketiga tetapi tidak di berikan keputusan yang mengikat. Contoh : PBB membantu menyelesaikan perselisihan antara Indonesia dengan Belanda.

4. Konsiliasi, yaitu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak - pihak yang berselisih sehingga tercapai persetujuan bersama. Misalnya : Panitia tetap penyelesaikan perburuhan yang dibentuk Departemen Tenaga Kerja. Bertugas menyelesaikan persoalan upah, jam kerja, kesejahteraan buruh, hari - hari libur, dan lain - lain.

5. Stalemate, yaitu keadaan ketika kedua belah pihak yang bertentangan memiliki kekuatan yang seimbang, lalu berhenti pada suatu titik tidak saling menyerang. Keadaan ini terjadi karena kedua belah pihak tidak mungkin lagi untuk maju atau mundur. Sebagai contoh : adu senjata antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.

6. Adjudication (ajudikasi), yaitu penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.


Adapun cara-cara yang lain untuk memecahkan konflik adalah :

1. Elimination, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat di dalam konflik, yang diungkapkan dengan ucapan antara lain : kami mengalah, kami keluar, dan sebagainya.

2. Subjugation atau domination, yaitu orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar untuk dapat memaksa orang atau pihak lain menaatinya. Sudah barang tentu cara ini bukan suatu cara pemecahan yang memuaskan bagi pihak-pihak yang terlibat.

3. Majority rule, yaitu suara terbanyak yang ditentukan melalui voting untuk mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan argumentasi.

4. Minority consent, yaitu kemenangan kelompok mayoritas yang diterima dengan senang hati oleh kelompok minoritas. Kelompok minoritas sama sekali tidak merasa dikalahkan dan sepakat untuk melakukan kerja sama dengan kelompok mayoritas.

5. Kompromi, yaitu jalan tengah yang dicapai oleh pihak-pihak yang terlibat di dalam konflik.

6. Integrasi, yaitu mendiskusikan, menelaah, dan mempertimbangkan kembali pendapat-pendapat sampai diperoleh suatu keputusan yang memaksa semua pihak.




Kita semua pasti sependapat bahwa semua orang di seluk beluk dunis ini memiliki masalah. Bahkan masalah itu akan terus ada dan menghampiri kita seiring dengan perjalanan hidup kita di dunia. Orang yang berhasil atau sukses, ialah orang yang bisa mengatasi masalah satu persatu yang datang bertubi – tubi di setiap waktu.
Kita jangan sampai mengabaikan konflik atau masalah krn Masalah akan datang terus menerus, jika tidak segera di selesaikan, maka masalah yang kita miliki akan menumpuk, sehingga kita akan kebingungan sendiri mengahadapi masalah tersebut. Dan di dalam hidup, kita harus memiliki cara untuk menyelesaikan masalah di dalam maupun di luar hidup kita.

Saat kita di datangin masalah, maka kita harus bisa menemukan jalan keluar serta pemikiran yg tenang serta kreatif untuk mengatasi masalah tersebut. Kemampuan kreativitas sangat penting dalam memecahkan konflik, kebanyakan org – org di luar sana bnyk sekali yg putus asa krn tidak sanggup menyelesaikan masalah, sebenernya mereka yg putus asa itu bisa asal kan mereka mau dan mampu untuk mencari serta melakukan demi masalah dan konflik nya terselesaikan.
Intinya dalam pemecahan konflik atau masalah harus di butuhkan penalaran yg logis tanpa harus mengeluarkan emosi sdikitpun, krn emosi itu bisa jadi akan membuat keruh keadaan dan membuat tambah rumit lagi.

YYYAAPPPPPP..selesai jg akhirnya sharing season kita yg pertama mudah – mudahan bisa berguna dan bermanfaat bagi para pengobrak – ngabrik blog – blog org..hehe.., dan saya minta maaf kepada penulis atau sumber data krn saya lupa siapa penulis tulisan cara – cara memecahkan maslah yg saya masukin di dalam sharing ini, serta kepada bu yoyoh maaf saya telat posting ini di blog saya krn kepadetan saya kuliah serta mengajar harap maklum..hehe..
Demikian sodara dan sodari sharing kita ini mudah – mudahan kita bisa sharing lagi di bagian berikutnya..AMIN..
ASSALAMUALLAIKUMM…

Monday, October 11, 2010

KAMUS AIKIDO

A

aiharmoni, keselarasan, penyatuan
aihanmiposisi berdiri terhadap lawan, kaki depan sama kiri atau sama kanan, bandingkan dengan gyakuhanmi
aihanmi katatedoripegangan pada pergelangan tangan, kanan dengan kanan atau kiri dengan kiri, disebut juga kosadori, bandingkan dengan gyakuhanmi katatedori
aikimenyatukan ki dengan ki lawan
aikibattolatihan pedang, sendiri atau berpasangan
aikibudocara bertarung sesuai dengan prinsip aiki, merupakan nama awal dari aikido
aikidojalan hidup menyatukan / menyelaraskan energi
aikidokasebutan untuk seseorang yang mendalami aikido, terutama tingkat menengah dan profesional
Aikijinjakuil aikido di Iwama
aikijolatihan aikido menggunakan tongkat kayu
aikijutsusalah satu aliran beladiri Daito ryu, disebut juga aikijujutsu
Aikikaiorganisasi dan label untuk aikido-nya Ueshiba
aikikenlatihan aikido menggunakan pedang
aikinagelemparan-aiki, teknik melempar
aiki no michiaikido (michi=do)
aikiotoshijatuhan-aiki, teknik melempar
aikitaisosenam pemanasan dalam aikido
aiterekan berlatih
arigatoterima kasih
arigato gozaimasuterima kasih (untuk sesuatu yang masih berjalan)
arigato gozaimashitaterima kasih (untuk sesuatu yang telah selesai dilakukan)
ashikaki
atepukulan, serangan
atemiserangan ke tubuh
awasegerakan yang menyatu dengan gerakan lawan
ayumiashilangkah kaki maju bergantian kanan dan kiri, seperti berjalan biasa, bandingkan dengan tsugiashi


B

barai/haraigerakan sapuan
battomenarik pedang dari sarungnya, disebut juga nuki
botongkat, lebih panjang dari jo
bokkenpedang kayu
bokutosama dengan bokken
buperang, pertarungan, pertempuran
budocara berperang / bertarung, seni beladiri Jepang
budokaseseorang yang menjalankan budo, terutama tingkat menengah dan profesional
bugeiterminologi lama dari seni perang
bukiwazalatihan teknik menggunakan senjata
bushiksatria
bushidojalan hidup ksatria


C

chadotradisi minum teh
chikaratenaga / kekuatan
chokulangsung
chokutsukiserangan langsung menggunakan tongkat, berupa tusukan
chudantengah, bandingkan dengan jodan dan gedan
chudan kamaeposisi siaga dengan senjata berada setinggi perut
chudan tsukiserangan berupa tusukan ke arah perut, dengan atau tanpa senjata
chukyushamurid tingkat menengah, masih dalam tingkat kyu


D

daibesar, disebut juga o
daishosepasang pedang, panjang dan pendek
damesalah, buruk
Dansebutan untuk tingkat kemahiran, sabuk hitam dalam seni beladiri Jepang
dao/taoadopsi kata dari bahasa Cina yang berarti jalan
deshimurid
dojalan, disebut juga michi
dogipakaian untuk berlatih beladiri, disebut juga keikogi atau gi
do-intradisi pijat untuk diri sendiri
dojotempat berlatih beladiri
dojo chopimpinan tempat berlatih
dokapuisi tentang jalan hidup
domobanyak
domo arigato gozaimasterima kasih banyak (untuk sesuatu yang masih berjalan)
domo arigato gozaimashitaterima kasih banyak (untuk sesuatu yang telah selesai dilakukan)dori take, catch, grab
dosagerakan
doshupimpinan budo
dozosilakan


E

embukaidemonstrasi / pertunjukan untuk umum
empiserangan menggunakan sikut
erileher, kerah baju
eridoricekikan pada leher menggunakan kerah baju


F

fukushidoininstruktur, pelatih, Dan 2-3, bandingkan dengan shidoin dan shihan
funakogi undogerakan mendayung, disebut juga torifune
furitamalatihan untuk membangkitkan ki
futaridori / futarigakebertarung melawan dua orang penyerang sekaligus


G

gaeshi / kaeshiberputar, berbalik
gamae / kamaekuda-kuda, posisi dasar, posisi siaga
gasshukupemusatan pelatihan, latihan bersama
gedanbawah / rendah, bandingkan dengan jodan dan chudan
gedanbaraitangkisan / sapuan bawah
geiko / keikolatihan
geritendangan
gipakaian untuk berlatih beladiri, disebut juga keikogi atau dogi
giri / kirigerakan memotong
golima
gokyoteknik kuncian kelima
gomen nasaimohon maaf
gotaitubuh yang keras / kaku, latihan yang statis, bandingkan dengan gotai, ryutai dan kinagare
gyakuberkebalikan, berlawanan
gyakuhanmiposisi berdiri terhadap lawan, kaki depan berlawanan kiri dan kanan, bandingkan dengan aihanmi
gyakuhanmi katatedoripegangan pada pergelangan tangan, kanan dipegang kiri atau sebaliknya, bandingkan dengan aihanmi katatedori
gyakutsukiserangan dengan posisi tangan dan kaki berlawanan, bandingkan dengan oitsuki




H

hachidelapan
haiya
hajimemulai
hakamacelana trasional, digunakan di aikido
handachiberdiri
hanmisetengah badan
hanmi gamaeposisi berdiri siaga
hanmi handachiwazateknik pertarungan pada posisi duduk melawan berdiri
hanshigelar di kendo, dari Dan 8 ke atas
hantaimelawan
happodelapan arah, bandingkan dengan shiho
haraperut
harai / baraigerakan sapuan / tangkisan
harakirimenusuk perut sendiri, ritual bunuh diri, disebut juga seppuku
hassogaeshisalah satu teknik penggunaan tongkat kayu
hasso gamaeposisi siaga dengan senjata berada setinggi bahu
henkawazateknik pergantian, variasi pada teknik dasar
hidarikiri
hijisikut
hijidoripegangan pada sikut
hijikimeosaesalah satu teknik kuncian, sering disebut juga dengan rokkyo
hikimenarik
hinerimemelintir
hito e mimengecilkan badan, posisi siaga dengan sudut pandang lebih luas dibanding hanmi
hizalutut, dengkul
hometode, cara
hoarah, sisi
hombumarkas, pusat
Hombu dojodojo pusat, istilah untuk dojo pusat Aikido di Tokyo


I

iaidoseni permainan pedang Jepang
iaitopedang untuk latihan, tidak tajam
ichisatu
ichibanpertama, terbaik
iietidak
ikitekad, semangat
ikkajoterminologi lama dari ikkyo
ikkyoteknik kuncian pertama
ikkyo undogerakan dasar ikkyo
insama artinya dengan yin (Cina), bandingkan dengan yo
ipponsatu nilai
ipponkenserangan dengan satu bukujari
irimigerakan masuk
iriminagelemparan ke dalam, teknik lemparan
Iwamakota di Jepang dimana O Sensei memiliki rumah dan dojo
Iwama ryugaya aikido Saito sensei


J

jiyuwazalatihan bebas
jotongkat kayu, panjangnya 127,5 sentimeter
jo awaselatihan penggunaan jo
jodantinggi, atas, bandingkan dengan chudan dan gedan
jodan kamaeposisi siaga dimana senjata berada di atas kepala
jodan tsukitusukan ke arah kepala
jodanuketangkisan atas
jodogerakan tongkat
jodoripertahanan melawan tongkat
jokyushamurid tingkat menengah, dengan tingkat kyu yang lebih tinggi, bandingkan dengan chukyusha
jusepuluh
julembut
judocara / gerakan yang lembut, atau jalan menuju kelembutan
jujigarami / jujinagelemparan dengan tangan menyilang
jujutsuseni yang lembut
jumbitaisosenam pemanasan, disebut juga aikitaiso
juntsukiserangan dengan posisi tangan dan kaki sama di depan, disebut juga oitsuki, bandingkan dengan gyakutsuki
jutaitubuh yang lentur, latihan yang lembut, bandingkan dengan gotai, ryutai dan kinagare
jutsuteknik / seni


K

kaeshi / gaeshiberputar, berbalik
kaeshitsukiserangan berbalik menggunakan tongkat
kaeshiwazateknik serangan balik
kagami birakiperayaan Tahun Baru Jepang, setiap tanggal 11 Januari
kaiklub, asosiasi
kaisopendiri
kaitennagelemparan memutar, teknik lemparan
kaitenosaeteknik kuncian memutar
kakaedorimemeluk, merangkul
kakarigeikoserangan dalam satu garis lurus, bergiliran satu per satu
kakudosudut pandang
kamae / gamaeposisi siaga, kuda-kuda dalam aikido
kamike-esa-an, kekudusan
kamizatempat terhormat di dojo, bandingkan dengan shomen dan shinzen
kampaisorak sorai
kanintuisi, perasaan
kangeikolatihan di musim dingin
kanjitulisan huruf Cina
kanrenterkait, terhubung
kanrenwazateknik yang saling terkait, satu teknik diikuti teknik lainnya, bandingkan dengan renzokuwaza
kansetsusendi tubuh
karatedocara bertarung tangan kosong
katabentuk, gerakan dasar
katapundak, bahu
katadoripegangan pada bahu
katadori menuchipegangan pada bahu diikuti dengan serangan shomenuchi
katamewazateknik kuncian
katanapedang Jepang, disebut juga ken, to, dan tachi
katateteknik satu tangan
katatedoriteknik pegangan pada satu tangan
katate ryotedoripengangan pada kedua tangan, disebut juga morotedori
keiko / geikolatihan
keikogipakaian untuk latihan, disebut juga dogi
kenpedang Jepang, disebut juga katana, to, dan tachi
kendoanggar Jepang
kispirit, semangat, energi hidup
kiaimembangkitkan ki, biasanya berupa teriakan
kihondasar
kihonwazateknik dasar
kikaidaerah pusat ki di tengah bagian badan
kimepemusatan pikiran
kimusubimengikatkan ki pada ki lawan
kinagare / ki no nagaremengalirkan ki, latihan mengalirkan, bandingkan dengan gotai, jutai, dan ryutai
kiri / girigerakan memotong
kirikaeshigerakan momotong / menebas pada latihan pedang
koanteka-teki dalam zen
kobudobudo kuno
kogekiserangan
kogekihoteknik menyerang
kohaiyunior, bandingkan dengan sempai
kokorohati, keinginan, pikiran, juga disebut dengan shin
kokyunapas
kokyuholatihan pernapasan, teknik lemparan
kokyunagelemparan menggunakan pengaturan napas
kokyu ryokukekuatan pengaturan napas
kosamenyilang
kosadoripegangan menyilang, sama dengan aihanmi katatedori
koshipinggul
koshinagelemparan menggunakan pinggul
kotepergelangan tangan
kotegaeshimembalik pergelangan tangan, teknik lemparan
kotehinerimemutar pergelangantangan, sankyo
kotemawashimemelintir pergelangan tangan, nikyo
kusembilan
kukekosongan
kubileher
kubishimekuncian di leher
kudentradisi pengajaran ucap
kumigrup, kelompok
kumijolatihan penggunaan tongkat kayu, tongkat lawan tongkat
kumitachilatihan penggunaan pedang kayu, pedang lawan pedang
kumitepertarungan tangan kosong
kumiuchigulat kuno Jepang dengan menggunakan persejataan lengkap
kuzushimemecah keseimbangan lawan
kyobelajar prinsip, dasar
kyoshigelar di kendo, Dan 6-7
kyutingkatan sebelum sabuk hitam, bandingkan dengan Dan


L

(L tidak digunakan dalam bahasa Jepang)


M

majarak dengan lawan
ma-aijarak yang harmonis dengan lawan
maedepan, ke depan, bandingkan dengan ushiro
maegeritendangan lurus ke depan
mae ukemijatuhan bergulir ke depan
makiwaratarget untuk latihan memukul di karate
marulingkaran
mawashimembalik, memutar
mawashigeritendangan memutar
mawatemembalik
memata
menkepala
michijalan, disebut juga do
migikanan
misogimenyucikan, pembersihan, pemurnian
mochipegangan, disebut juga dori
mochikataserangan dengan memegang / mencengkeram
mo ikkailakukan lagi
mokusomeditasi, disebut juga zazen
morokeduanya
morotedoripegangan pada kedua tangan, disebut juga katate ryotedori
mutidak ada, kosong
mushinpikiran yang kosong
mudanshatingkat menengah sebelum Dan, bandingkan dengan yudansha
munedada
munedoricengkeraman pada kerah baju bagian dada
musubiterikat menjadi satu


N

nagaremengalir
nagelemparan, juga digunakan sebagai sebutan untuk orang yang melaksanakan teknik aikido, bandingkan dengan tori
nagewazateknik melempar
naginatatombak Jepang
nakaimadisini dan sekarang
nanatujuh, padanan katanya adalah shichi
nenkesucian, kemurnian pikiran
nidua
Nihon / NipponJepang
nikajoterminologi lama dari nikyo
nikyoteknik kuncian kedua
ninorang
ninindoribertarung melawan dua orang penyerang sekaligus, disebut juga futaridori / futarigake
ninjapesuruh, mata-mata di Jepang
notomemasukkan pedang ke dalam sarungnya
nukimenarik pedang dari sarungnya, disebut juga batto
nukitemenyerang dengan jari


O

obesar, disebut juga dai
obisabuk
ochateh
oitsukiserangan dengan posisi tangan dan kaki sama di depan, disebut juga jontsuki, bandingkan dengan gyakutsuki
omotedepan, permukaan, bandingkan dengan ura
Omotokyoaliran kepercayaan shinto
onegai shimasumohon, memohon sesuatu
osaemenekan ke bawah, plintiran
osenseiguru besar, di aikido adalah Morihei Ueshiba
otagai ni reisaling hormat membungkuk
otoshijatuhan
oyowazateknik terapan, dimodifikasi untuk efisiensi


P

(P sangat jarang digunakan dalam bahasa Jepang)


Q

(Q tidak digunakan dalam bahasa Jepang)


R

randorilatihan bebas
reihormat membungkuk
reigietiket, sopan santun, disebut juga reishiki
renshigelar dalam kendo, Dan 4-6
renshulatihan
renzokuberkelanjutan, terus menerus
renzoku uchikomisalah satu teknik penggunan tongkat
renzokuwazalatihan berurutan, teknik yang berurutan
ritsureihormat membungkuk dalam posisi berdiri
rokkyoteknik kuncian keenam, lihat juga hijikime osae
rokuenam
ryokeduanya
ryotedorigenggaman pada kedua tangan
ryusekolah
ryutaitubuh yang bergerak mengalir, bandingkan dengan gotai, jutai, dan kinagare


S

sabakigerakan
sakearak Jepang
samuraiuntuk melindungi, kelompok ksatria Jepang
santiga
sankajoterminologi lama dari sankyo
sankakusegitiga
sankakutaibentuk segitiga, posisi kaki dalam posisi siaga
sankyoteknik kuncian ketiga
sannindori / sanningakeserangan dilakukan oleh tiga orang
sanpotiga arah
satoripencerahan dalam zen
sayasarung pedang
seika no ittenpusat tubuh, titik di bawah pusar, bandingkan dengan tanden
seikisemangat hidup
seizacara duduk berlutut dalam aikido
sempaimurid senior, bandingkan dengan kohai
sen no senmelakukan serangan terlebih dahulu sebelum diserang
senseiguru, pengajar, instruktur
sensen no senserangan pendahuluan, inisiatif serangan
seppukumenusuk perut sendiri, ritual bunuhdiri, disebut juga harakiri
shiempat, padanan katanya adalah yon
shiaikompetisi, pertandingan
shiatsupijat
shichitujuh, padanan katanya adalah nana
shidoininstruktur, pelatih, Dan 4-5, bandingkan dengan fukushidoin dan shihan
shihaninstruktur pakar, tingkat tertinggi guru aikido, dan 6 ke atas, bandingkan dengan fukushidoin dan shidoin
shihoempat arah
shihonagelemparan empat arah, teknik lemparan
shikakubujur sangkar
shikakusudut mati
shikikeberanian, keteguhan hati
shikkoberjalan menggunakan lutut
shimekuncian
shinhati, niat, pikiran, padanan katanya adalah kokoro
shinaipedang bambu dalam kendo
shinkenpedang tajam dari Jepang
shintojalan para dewa, aliran kepercayaan Jepang
shinzensinggasana para dewa, di dalam dojo posisinya paling ujung dari pintu masuk, bandingkan dengan kamiza dan shomen
shiseipostur, posisi tubuh
shiteorang yang diserang, orang yang bertahan di aikido, disebut juga tori atau nage
shizentaipostur / posisi tubuh yang natural / alami
shopertama, permulaan
shodanDan tingkat satu
shodokaligrafi Jepang
shomenkepala bagian depan
shomenruangan utama di dojo, bandingkan dengan shinzen dan kamiza
shomen ni reihormat membungkuk kepada ruangan utama di dojo
shomenuchitebasan ke arah kepala bagian depan dari atas ke bawah
shoshinshapemula
shutoserangan dengan punggung tangan
sodelengan baju
sodedoripegangan pada lengan baju
sodeguchidoripegangan pada manset lengan baju
sotosisi luar, bandingkan dengan uchi
sotodeshimurid yang tinggal di luar dojo, bandingkan dengan uchideshi
sotokaitenmemutar ke arah luar, bandingkan dengan uchikaiten
sotoukemenangkis dari luar, bandingkan dengan uchiuke
suburilatihan dasar menggunakan pedang atau tongkat
sukipembukaan
sumisudut
sumikiriketajaman tubuh dan pikiran
sumimasenmohon maaf
sumogulat tradisional Jepang
surigoresan, guratan
sutemiwazateknik merusak keseimbangan lawan
suwariwazateknik bertarung pada posisi duduk, disebut juga suwate
suwateteknik bertarung pada posisi duduk, disebut juga suwariwaza


T

tachipedang, juga disebut to, ken, dan katana
tachiposisi berdiri
tachidoribertahan melawan pedang
tachiwazaberlatih teknik pada posisi berdiri
taibadan, tubuh
taijutsuteknik terkait dengan badan, teknik tangan kosong
tai no henkoperputaran badan, disebut juga tai no tenkan
tai no tenkanperputaran badan, disebut juga tai no henko
taisabakipergerakan badan, elakan badan dalam aikido
taisosenam, pemanasan
takemusubeladiri yang diramu sendiri
takemusu aikibeladiri yang diramu sendiri dengan tetap berdasar pada aiki
tambotongkat pendek
tameshimenguji
tameshigirimenguji tebasan dengan pedang
tameshiwaremenguji pukulan di karate
tandenpusat tubuh, bandingkan dengan seika no itten
taninzugakemenghadapi beberapa penyerang
tanrenlatihan
tanto / tankenpisau
tantodoripertahanan melawan pisau
tao / daokata dari bahasa Cina, sama artinya dengan do dalam bahasa Jepang
tatamimatras
tateberdiri
tetangan
tegatanaposisi tangan yang difungsikan sebagai pedang
tekubipergelangan tangan
tekubiosaemenekan pergelangan tangan, yonkyo
tenchinagelemparan langit-bumi, teknik lemparan
tenkanberputar
tettsuipukulan palu
topedang, disebut juga ken, tachi, dan katana
tobigeritendangan lompat
tobikoshijatuh menggunakan pinggul
tomauchiteknik tongkat
toriorang yang diserang, orang yang bertahan di aikido, disebut juga nage atau shite
torifunelatihan gerakan mendayung, disebut juga funakogi undo
tsubapelindung tangan pada pedang
tsugiashigerakan maju ke depan dimana kaki belakang tidak melewati kaki depan, bandingkan dengan ayumiashi
tsukagagang pedang
tsukiserangan dengan senjata ataupun tangan kosong, tusukan dalam aikido


U

uchiserangan, pukulan
uchimasuk, dari dalam, bandingkan dengan soto
uchideshimurid yang tinggal di dalam dojo, bandingkan dengan sotodeshi
uchikaitenputaran dari dalam, bandingkan dengan sotokaiten
uchikatabentuk serangan atau pukulan
uchikomipukulan berulang kali
uchiukemenangkis dari dalam, bandingkan dengan sotouke
udetangan
udekimenagelemparan dengan tangan terkunci
udenobashitangan tertekuk, disebut juga gokyo
udeosaetangan diplintir, disebut juga ikkyo
ukeorang yang menerima serangan di aikido
uketangkis, sapu
ukemijatuhan
undolatihan
urasisi belakang, sisi sebaliknya, bandingkan dengan omote
urakenserangan dengan tangan bagian belakang
ushiroke belakang, bandingkan dengan mae
ushirogeritendangan ke belakang
ushiro kiriotoshijatuhan dengan memotong bagian belakang, teknik lemparan
ushiro ukemijatuhan bergulir ke belakang
ushirowazaserangan dari belakang


V

(V tidak digunakan dalam bahasa Jepang)


W

waka senseiguru muda, digunakan dalam aikido bagi penerus Doshu
wakisisi, samping
wakizashipedang pendek
warepatah, pisah
wazateknik, ketrampilan, metode berlatih


X

(X tidak digunakan dalam bahasa Jepang)


Y

yameberhenti
yangsisi terang, dalam bahasa Jepang disebut yo, bandingkan dengan yin
yaritombak
yawarajujutsu aliran lama
yinsisi gelap, dalam bahasa Jepang disebut in, bandingkan dengan yang
yobahasa Jepang untuk yang
yokosisi, samping, horizontal
yokogeritendangan samping
yokogiripotongan horizontal
yokomensisi samping kepala
yokomenuchiserangan pada sisi samping kepala
yoko ukemijatuhan menyamping
yonempat, padanan katanya adalah shi
yonkajoterminologi lama dari yonkyo
yonkyoteknik kuncian keempat
yudanshatingkat Dan, bandingkan dengan mudansha


Z

zaduduk
zanshinsemangat yang berlanjut, konsentrasi yang berlanjut
zareiduduk membungkuk
zazenmeditasi dalam posisi duduk, disebut juga mokuso
zenbentuk aliran buddha
zengodua arah, gerakan depan belakang
zorisandal, alas kaki


Angka

1ichi
2ni
3san
4shi / yon
5go
6roku
7shichi / nana
8hachi
9ku
10ju
20ni-ju
21ni-ju-ichi
100hyaku
1000sen

TAKIOTOSHI NAGARE BUDOKAN

TAKIOTOSHI NAGARE AIKIDO

Takiotoshi = air terjun
Nagare = mengalir
Budokan = tempat berlatih beladiri


Selain sejuk dan terus mengalir, air terjun juga memiliki banyak manfaat antara lain untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup manusia, untuk irigasi, meditasi, terapi fisik, pengobatan, hingga manfaatnya untuk latihan beladiri. Seiring kemajuan teknologi, air terjun juga telah dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik yang memberikan manfaat begitu besar kepada kehidupan umat manusia.

O Sensei dalam Shodo (kaligrafi Jepang) yang ditulisnya mengajarkan murid-muridnya untuk saling berbagi dan bertukar pikiran (sharing knowledge) dalam latihan. Syarat utama untuk bisa berbagi adalah dengan membiarkannya mengalir, tidak hanya dengan sesama manusia tetapi juga dengan alam sehingga tercipta keseimbangan alam (the balance of nature). Pada saat kita berbagi dengan alam maka kita adalah bagian dari alam, dan puncak kesempurnaannya adalah harmoni bersama alam dengan hati yang tenang (kei jo shin).
"Kita tidak bisa melawan alam, tetapi kita bisa berbagi dengannya, dengan membiarkannya mengalir seperti air sungai yang sejuk", tulis oleh O Sensei.

Takiotoshi Nagare adalah sebuah Budokan, sebuah "tempat berlatih seni beladiri Aikido yang mengalir seperti air terjun". Dengan demikian ada sinergi yang kuat diantara masing-masing individu yang ada di dalamnya, baik siswa dengan guru maupun individu dengan individu lainya yang bersifat universal untuk saling memberikan yang terbaik (Bushido) - bushido dengan diri sendiri, bushido dengan orang lain, dan bushido dengan alam.


Sejarah

    Takiotoshi Nagare Budokan adalah Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Seni Beladiri Aikido, didirikan di Jakarta pada tanggal 21 Agustus 2006 oleh Sensei Mury Trisnurizki dan Sensei Wayan Ary Mudhita.


Fungsi

  1. Melaksanakan dan mengembangkan pendidikan dan pelatihan Aikido sebagai salah satu bidang olahraga dan kesenian.
  2. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.
  3. Melaksanakan pembinaan kesehatan fisik, mental, dan spiritual dalam hubungannya dengan lingkungan.


Tujuan


Menghasilkan sumber daya manusia yang:
  1. Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berbudaya, memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan, berdaya saing, serta memiliki keunggulan pengetahuan dan kemampuan.
  2. Menguasai dasar-dasar ilmiah dan ketrampilan Aikido sehingga mampu menemukan, memahami, menjelaskan, dan merumuskan manfaatnya.
  3. Mampu menerapkan ketrampilan dan keunggulan yang dimilikinya dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat dengan sikap dan perilaku yang sesuai dengan tata kehidupan bersama.
  4. Mampu mengikuti perkembangan beladiri Aikido secara global dan konsisten.


Visi

    Menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan Aikido yang memiliki komitmen terhadap keunggulan.



Misi

  1. Menyelenggarakan proses pendidikan dan pelatihan Aikido untuk menghasilkan manusia yang berkualitas, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkemampuan profesional, sehingga mampu berperanan dan bermakna di segala aspek kehidupan masyarakat.
  2. Mengembangkan dan menyebarluaskan Aikido, serta mengupayakan pemanfaatannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat secara nyata.
  3. Memberikan pelajaran secara sistematis, bertanggung jawab, dan berencana.


Motto

    "Sharing with Knowledge, Spirit, and Harmony" atau "Berbagi Ilmu, Semangat, dan Kebersamaan"


Logo/Lambang

    Lambang Takiotoshi Nagare Budokan berbentuk kotak, mengambil simbol dari lambang Shinsengumi dengan warna dasar hitam, tulisan kanji Aikido berwarna merah di sisi kiri, dihiasi corak tiga buah segitiga berwarna putih di sisi kanan,orang-orang di jepang mengenal patern ini dengan sebutan Dandara Moyou. Shinsengumi adalah kumpulan Samurai terbaik yang dimiliki Tokugawa. Pada akhir masa Tokugawa, Shinsengumi masih dikenal sebagai kumpulan Samurai yang tetap mempertahankan tradisi lama sebagai identitas Samurai Jepang. Tulisan kanji Aikido berwarna merah melambangkan berdirinya Takiotoshi Nagare Budokan sebagai sebuah dedikasi, komitmen, dan kerja keras, akan dipertahankan dan dilestarikan meski harus mengorbankan darah dan air mata.
    http://www.aikido.web.id/