ASSALAMUALAIKUM
haiii para pengobrak – ngabrik blog org..hehe..yap alhamdulillah ketemu lagi di lain pembahasan disini saya akan coba menjelaskan apa itu komunikasi yang efektif, ya walaupun masih liat di blog org dan searching2..hehe..tp insyaallah mudah - mudahan penjelasan dan beberapa tips di bawah ini berguna buat para blogger skalian.
Yaak kita mulai saja apa itu komunikasi yang efektif?
Komunikasi efektif sangat layak kita perhitungkan dalam membangun karir kita semua. Dengan komunikasi yang baik tentunya akan mendukung segala aktifitas kerja yang kita lakukan. Apalagi bila pekerjaan kita melibatkan berbagai bentuk presentasi, rapat - rapat, lobi - melobi dan lain-lainya. Bidang pekerjaan komunikasi seperti presenter dan sejenisnya sangat ditentukan oleh bagaimana cara kita berkomunikasi dalam menyampaikan sesuatu.
Banyak faktor yang dapat membuat apa yang akan kita sampaikan menjadi lebih berkualitas. Seperti kesiapan mental, penguasaan bahan, kelengkapan sarana pendukung serta hal-hal lainnya. Ada kalanya anda merasa ‘nervous’ (gugup) sehingga untuk mengungkapkan sesuatu anda malah kehilangan percaya diri bahkan pembicaraan jadi berputar – putar dan bisa hilang kendali.
Menurut Thomas Leech dalam bukunya Say it like Shakepeare, ada lima komponen atau unsur penting dalam komunikasi yang harus kita perhatikan yaitu: (1) Pengirim pesan (sender), (2) Pesan yang dikirimkan (message), (3) Bagaimana pesan tersebut dikirimkan (delivery channel atau media), (4) Penerima pesan (receiver), (5) Umpan balik (feedback). Leech menambahkan, bahwa untuk membangun komunikasi yang efektif, setidaknya kita harus menguasai empat keterampilan dasar dalam komunikasi, yaitu membaca-menulis (bahasa tulisan) dan mendengar-berbicara (bahasa lisan). Begitu pentingmya, banyak orang menghabiskan waktunya untuk melakukan,paling tidak,salah satu keempat keterampilan itu.
Nah gw ada beberapa tips niy yg gw liat dari blog seorang praktisi, disini ada 5 yaitu :
1. Gunakan kalimat seefektif mungkin ketika berhadapan dengan lawan bicara kita seperti uraikan isi pembicaraan kita dengan kata – kata atau kalimat yang efektif dan langsung mengena pada sasaran. Hindari mengungkapkan informasi detail yang kurang relevan. Biasanya lawan bicara anda tidak akan peduli dengan informasi yang tidak berhubungan dengan topik pembicaraan. Hindari penggunaan bahasa yang kurang atau tidak dimengerti lawan bicara kita. Dengan kata lain, kenali latar belakang calon pendengar anda.
2. Jangan mengungkapkan pengulangan ipokok bahasan, Jika anda ingin mengungkapkan ide - ide, entah pada teman,bos atau dalam suatu rapat, ketahui lebih dulu apakah ide tersebut sudah pernah diungkapkan oleh yang lain. Jika sudah, lebih baik anda tidak usah mengungkapkannya lagi. Karena biasanya orang tidak akan tertarik mendengarkan pengulangan sebuah ide. Dalam presentasi suatu analisa, usahakan tidak terjadi pengulangan kalimat - kalimat yang merupakan teori ataupun kesimpulan. Aturlah urutan penyampaian agar lebih fokus saat menyampaikannya.
3. Usahakan jangan berbicara terlalu lambat, Tutur kata yang terlalu pelan dan lamban hanya akan membuat lawan bicara kita bosan dan tidak sabar dan bisa jadi lawan bicara kita meninggalkan kita. Lagipula gaya bicara kita yang terlalu pelan akan mengesankan kita ragu - ragu dan tidak percaya diri akan penyampaian pesan yg kita sampaikan. Karena itu bicaralah dengan nada yang optimis dan penuh percaya diri.
Tapi yang patut kita ingat, bukan berarti anda harus berbicara dengan cepat tanpa ritme atau jeda.Tapi kita harus pandai menentukan ritme bicara, dimana harus berbicara dan dimana harus berhenti. Ritme yang tepat dalam berkomunikasi tentunya didapat setelah anda sering melakukan latihan atau pengalaman orasi yang cukup.
4. Hindari gumaman yang terlalu sering,biasa nya orang selalu menggumam yang tidak jelas dan sering kali hanya akan mengganggu pembicaraan kita. Lagipula lawan bicara anda akan merasa cape menunggu kapan pembicaraan kita selesai. Sebisa mungkin meminimalkan atau hilangkan gumaman seperti “ ehmmm…., eeee…., oooo…..", dll. Hal ini juga akan mengurangi respek pendengar kita, karena kita dinilai tidak menguasai materi pembicaraan.
5. Hindari humor yang tidak perlu emang sih terkadang melontarkan humor memang sah - sah saja untuk menyegarkan suasana. namun, kita harus tanggap membaca suasana setelah kita mengungkapkan humor. Apakah lawan bicara kita benar - benar terpancing tertawa atau tertawa tapi dengan terpaksa. Atau bahkan menunjukkan wajah yang terganggu dengan humor kita. Jika lawan bicara kita tidak tertarik dengan humor kita, teruskan pembiraannya kembali, jangan memaksa lawan bicara untuk menertawakan humor kita yang telah gagal.
Mudah – mudahan dengan membaca dan melakukan tips diatas, kita semua dapat berkomunikasi secara lebih efektif sekaligus melatih diri kita menjadi pribadi yang efektif. Ingat keefektifan diperlukan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan atau masalah.
Yah para blogger sekalian mungkin sampe disini saja pembahasan dan obrolan kita semoga tulisan saya ini berguna lagi buat anda – anda sekalian. Dan terima kasih buat praktisi yang saya lupa nama nya yang membantu saya untuk menulis blog ini. SEKIAN
WASSALAMUALAIKUM.
No comments:
Post a Comment