MEMECAHKAN KONFLIK
ASSLAMUALLAIKUMM
Hiii kalian yg suka ngobrak - ngabrik blog..hehe..saya disini ingin coba sharing sama lo semua yg baca blog gw, y wlwpun mungkin kurang detail ato jelas ya maklumlah msh kuliah da belajar..hehe..
Jadi gini saya cma mau sharing bagaimana sih cara MEMECAHKAN KONFLIK yg damai dan tentram, ya seperti kalian tau semua org di dunia ini pasti punya konflik dr berbagai hal entah dr di luar diri nya atau di dalam diri nya. Mungkin saya g mw ambil konflik yg universal, kita liat aja diri kita sendiri, di dalam diri kita aja msh bnyk konflik yg terjadi di dalam keluarga, pertemanan, kuliah, organisasi, bahkan g luput jg dalam urusan percintaan. Semua itu aja uda buat otak dan pikiran kita terganggu akibat nya stress lah, kabur dr mslh, mabuk2an. Dan itu semua malah akan menambah konflik atau masalah baru lg.
Tetapi banyak jg kq cara untuk memecahkan konflik atau masalah,ini saya dapatkan setelah saya browsing di internet. menurut saya bagus kok untuk di terapin di setiap konflik kalian mungkin dr beberapa cara tersebut saya uda nerapin dan Alhamdulillah berhasil tp ttp semua nya balik ke diri kita masing - masing.
Ini cara – cara bagaimana memecahkan konflik diantara nya :
Usaha manusia untuk meredakan pertikaian atau konflik dalam mencapai kestabilan dinamakan “akomodasi”. Pihak-pihak yang berkonflik kemudian saling menyesuaikan diri pada keadaan tersebut dengan cara bekerja sama. Bentuk-bentuk akomodasi :
1. Gencatan senjata, yaitu penangguhan permusuhan untuk jangka waktu tertentu, guna melakukan suatu pekerjaan tertentu yang tidak boleh di ganggu. Misalnya : untuk melakukan perawatan bagi yang luka - luka, mengubur yang tewas, atau mengadakan perundingan perdamaian, merayakan hari suci keagamaan, dan lain-lain.
2. Abitrasi, yaitu suatu perselisihan yang langsung di hentikan oleh pihak ketiga yang memberikan keputusan dan di terima serta di taati oleh kedua belah pihak. Kejadian seperti ini terlihat setiap hari dan berulangkali di mana saja dalam masyarakat, bersifat spontan dan informal. Jika pihak ketiga tidak bisa dipilih maka pemerintah biasanya menunjuk pengadilan.
3. Mediasi, yaitu penghentian pertikaian oleh pihak ketiga tetapi tidak di berikan keputusan yang mengikat. Contoh : PBB membantu menyelesaikan perselisihan antara Indonesia dengan Belanda.
4. Konsiliasi, yaitu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak - pihak yang berselisih sehingga tercapai persetujuan bersama. Misalnya : Panitia tetap penyelesaikan perburuhan yang dibentuk Departemen Tenaga Kerja. Bertugas menyelesaikan persoalan upah, jam kerja, kesejahteraan buruh, hari - hari libur, dan lain - lain.
5. Stalemate, yaitu keadaan ketika kedua belah pihak yang bertentangan memiliki kekuatan yang seimbang, lalu berhenti pada suatu titik tidak saling menyerang. Keadaan ini terjadi karena kedua belah pihak tidak mungkin lagi untuk maju atau mundur. Sebagai contoh : adu senjata antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.
6. Adjudication (ajudikasi), yaitu penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.
Adapun cara-cara yang lain untuk memecahkan konflik adalah :
1. Elimination, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat di dalam konflik, yang diungkapkan dengan ucapan antara lain : kami mengalah, kami keluar, dan sebagainya.
2. Subjugation atau domination, yaitu orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar untuk dapat memaksa orang atau pihak lain menaatinya. Sudah barang tentu cara ini bukan suatu cara pemecahan yang memuaskan bagi pihak-pihak yang terlibat.
3. Majority rule, yaitu suara terbanyak yang ditentukan melalui voting untuk mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan argumentasi.
4. Minority consent, yaitu kemenangan kelompok mayoritas yang diterima dengan senang hati oleh kelompok minoritas. Kelompok minoritas sama sekali tidak merasa dikalahkan dan sepakat untuk melakukan kerja sama dengan kelompok mayoritas.
5. Kompromi, yaitu jalan tengah yang dicapai oleh pihak-pihak yang terlibat di dalam konflik.
6. Integrasi, yaitu mendiskusikan, menelaah, dan mempertimbangkan kembali pendapat-pendapat sampai diperoleh suatu keputusan yang memaksa semua pihak.
Kita semua pasti sependapat bahwa semua orang di seluk beluk dunis ini memiliki masalah. Bahkan masalah itu akan terus ada dan menghampiri kita seiring dengan perjalanan hidup kita di dunia. Orang yang berhasil atau sukses, ialah orang yang bisa mengatasi masalah satu persatu yang datang bertubi – tubi di setiap waktu.
Kita jangan sampai mengabaikan konflik atau masalah krn Masalah akan datang terus menerus, jika tidak segera di selesaikan, maka masalah yang kita miliki akan menumpuk, sehingga kita akan kebingungan sendiri mengahadapi masalah tersebut. Dan di dalam hidup, kita harus memiliki cara untuk menyelesaikan masalah di dalam maupun di luar hidup kita.
Saat kita di datangin masalah, maka kita harus bisa menemukan jalan keluar serta pemikiran yg tenang serta kreatif untuk mengatasi masalah tersebut. Kemampuan kreativitas sangat penting dalam memecahkan konflik, kebanyakan org – org di luar sana bnyk sekali yg putus asa krn tidak sanggup menyelesaikan masalah, sebenernya mereka yg putus asa itu bisa asal kan mereka mau dan mampu untuk mencari serta melakukan demi masalah dan konflik nya terselesaikan.
Intinya dalam pemecahan konflik atau masalah harus di butuhkan penalaran yg logis tanpa harus mengeluarkan emosi sdikitpun, krn emosi itu bisa jadi akan membuat keruh keadaan dan membuat tambah rumit lagi.
YYYAAPPPPPP..selesai jg akhirnya sharing season kita yg pertama mudah – mudahan bisa berguna dan bermanfaat bagi para pengobrak – ngabrik blog – blog org..hehe.., dan saya minta maaf kepada penulis atau sumber data krn saya lupa siapa penulis tulisan cara – cara memecahkan maslah yg saya masukin di dalam sharing ini, serta kepada bu yoyoh maaf saya telat posting ini di blog saya krn kepadetan saya kuliah serta mengajar harap maklum..hehe..
Demikian sodara dan sodari sharing kita ini mudah – mudahan kita bisa sharing lagi di bagian berikutnya..AMIN..
ASSALAMUALLAIKUMM…
No comments:
Post a Comment