Assalamualaikum.
haiii para pengobrak – ngabrik blog org..hehe..yap alhamdulillah ketemu lagi di lain pembahasan, disini saya akan coba menjelaskan pentingnya soft skill dalam dunia kerja, ya walaupun masih liat di blog org dan searching2..hehe..tp insyaallah mudah - mudahan penjelasan di bawah ini berguna buat para blogger skalian.
Kita mulai aja…
Banyak nya pengangguran terdidik dalam hal ini adalah sarjana yang menganggur sedikit membuat pilu hati masyarakat dimana sedikit banyak diantara mereka mengabaikan kemampuan non akademis seperti softskill. Softskill tidak kalah penting dibandingkan dengan hardsklill yang meliputi kemampuan akademis kuliah dan pemahaman.
”Nilai indeks prestasi kumulatif boleh saja tinggi. Tetapi, tanpa soft skill itu tidak akan ada artinya. Barangkali, paradigma pendidikan kita yang harus diubah sehingga perguruan tinggi bisa ikut memacu soft skill ini dan mengakomodasi kebutuhan dunia kerja,” kata Aditia(konsultan pengembangan sumber daya manusia dari Daya Dimensi Indonesia).
”Banyak perusahaan yang setiap tahun mencari karyawan baru yang memiliki motivasi yang kuat dan memiliki pengetahuan yang cukup tentang dunia kerja. Sayangnya, faktor-faktor ini yang sering menjadi kendala bagi para lulusan perguruan tinggi,” lanjut Aditia.
Soft Skill dalam Pembelajaran
Soft Skill adalah sebuah istilah dalam sosiologi tentang EQ (Emotional Quotient) seseorang yang dapat dikategorikan menjadi kehidupan sosial, komunikasi, bertutur bahasa, kebiasaan, keramahan, optimasi. Soft Skill berbeda dengan Hard Skill yang menekankan pada IQ (Intelligence Quotient) yang artinya penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya.
Soft Skill pada dasarnya merupakan keterampilan personal yaitu keterampilan khusus yang bersifat non-teknis, tidak berwujud, dan kepribadian yang menentukan kekuatan seseorang sebagai pemimpin, pendengar (yang baik), negosiator, dan mediator konflik. Soft Skill juga merupakan pengembangan dari konsep yang selama ini dikenal dengan istilah kecerdasan emosional (Emotional Intelligence).
Soft Skill sebenarnya dapat menjadi penentu kesuksesan seseorang jika dibandingkan dengan kemampuan Hard Skill. Pendidikan Soft Skill tentu menjadi kebutuhan urgen dalam dunia pendidikan. Diharapkan pendidikan mengenai Soft Skill tidak hanya pada pendidikan dibangku sekolah maupun perkuliahan tapi juga terdapat dalam pendidikan semacam diklat rekrutmen karyawan.
Kemampuan Soft Skill dapat melengkapi kemampuan Hard Skill. Dengan Hard Skill atau keterampilan teknis yang dimiliki karyawan memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dalam jangka waktu tertentu akan tetapi bila tidak diimbangi dengan Soft Skill maka dalam kurun waktu tertentu karyawan akan mengalami kebosanan dan kejenuhan karena dampak terhadap pengembangan diri karyawan. Hard Skill dan Soft Skill diperlukan perusahaan agar tidak terjadi penurunan prudiktifitas karyawan.
Soft skill terbagi menjadi dua jenis. Pertama adalah kualitas personal, yang terdiri dari: dapat bertanggung jawab, kepercayaan diri, mampu bersosialisasi, self-management (mampu mengatur diri sendiri) dan integritas/kejujuran. Kemudian kedua adalah interpersonal skill yang terdiri dari leadership (kepemimpinan), kemampuan bernegosiasi, mampu bekerjasama dalam tim, mau berbagi ilmu dengan orang lain, serta dapat melayani klien/pelanggan.
Hasil penelitian menunjukkan , justru soft skill yang menentukan kesuksesan seseorang dalam kepemimpinan suatu bisnis. Seperti artikel pada CPA Journal yang mengemukakan bahwa 20% kesuksesan seseorang diperkirakan berasal dari intelegensia yaitu kemampuan untuk belajar dan memahami. Sementara itu, 80% sisanya berasal dari kemampuan untuk memahami diri sendiri dan berinteraksi dengan orang lain.
Umumnya kelemahan dibidang soft skill berupa karakter yang melekat pada diri seseorang. Butuh usaha keras untuk mengubahnya. Namun demikian soft skill bukan sesuatu yang stagnan. Kemampuan ini bisa diasah dan ditingkatkan seiring dengan pengalaman kerja. Ada banyak cara meningkatkan soft skill. Salah satunya melalui learning by doing. Selain itu soft skill juga bisa diasah dan ditingkatkan dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan maupun seminar-seminar manajemen. Meskipun, satu cara ampuh untuk meningkatkan soft skill adalah dengan berinteraksi dan melakukan aktivitas dengan orang lain.
No comments:
Post a Comment